Bukan hanya dari namanya saja yang istimewa, Yogkarta menyuguhkan keistimewaan alam, budaya serta adat yang tidak tanggung-tanggung. Ada banyak obyek menarik yang bisa kita jumpai di Daerah Istimewa Yogyakarta, salah satunya adalah Museum Ullen Sentalu. Museum yang terletak di kaki Gunung Merapi Kabupaten Sleman ini merupakan museum yang akan memikat Anda dengan nuasa jawa kuno yang begitu peka. Museum ini merupakan museum yang diperuntukan untuk melestarikan batik kuno serta untuk menghindari para kolektor asing yang begitu memburu batik-batik ini.

Tujuan pembuatan museum ini selain untuk melestarikan batik-batik kuno juga agar para generasi muda mengetahui mengenai keberadaan batik-batik ini. Keluarga Haryono yang berasal dari Kota Yogyakarta merupakan pencetus ide pembangunan museum ini, dibantu oleh Yayasan Ulating Blencong yang menaunginya. Tidak hanya batik, museum ini juga dipenuhi oleh koleksi-koleksi lainnya seperti foto, aksesoris, naskah serta beberapa benda lainnya.

Museum Ullen Sentalu merupakan nama yang diambil dari falsafah Jawa yang memiliki arti bahwa Blencong yang merupakan nama dari pertunjukan wayang kulit bisa dijadikan sebagai penerangan dalam menjalani kehidupan. Untuk dapat mengunjungi Museum ini Anda harus menempuh jarak sejauh 25 km dari Kota Yogyakarta. Anda akan bisa menemukan museum ini tepat di Jalan Boyong kawasan Taman Wisata Kaliurang dengan adanya papan petunjuk.

Bangunan museum ini terdiri atas dua bagian yakni bagian Guwa Selo Giri dan Kampung Kambang. Guwa Selo Siri merupakan bagian bangunan bawah tanah sedangkan Kampung Kambang merupakan  bagian ruangan yang terbagi atas lima bagian. Museum ini memiliki luas sekitar 11.990 m2. Jika Anda ingin melihat peradaban Jawa kuno maka Anda bisa mengunjungi Museum Ullen Sentalu ini sebagai referensi.

Ada lima ruangan pamer museum yang terdapat d salah satu bagian Kampung Kambang yakni ruang syair untuk Tineke yang ditulis pada tahun 1939-1947, ruang Royal Room Ratu Mas yang dibuat khusus untuk permaisuri Sunan Paku Buwana X. Ruang ketiga merupakan ruang batik yang memamerkan batik yang dibuat pada masa Sultan Hamengku Buwono VI. Ruang keempat merupakan ruangan yang menyajikan akulturasi budaya Jawa. Terakhir merupakan ruangan yang dipersembahkan untuk Siti Nurul Kusumawardhani yang merupakan putri tunggal Mangunegara VII.

Kampung Kambang ini terletak diatas kolam air. Sedangkan sebagian dari ruang museum ini terletak di bawah tanah yang disusun menggunakan batuan yang berasal dari Merapi. Di bagian koridor museum ini juga terdapat banyak arca dan patung yang berasal dari abad VIII hingga IX Masehi. Dibagian ruangan Sasana Sekar Bawana salah satu dari lima ruangan di Kampung Kambang terdapat lukisan Raja Mataram, beberapa atung dan lukisan yang mengusung gaya Yogyakarta dan Surakarta.

Tidak hanya Anda disuguhi pemandangan indah alam, serta corak budaya khas Jawa Kuno yang kental. Anda juga akan disuguhi dengan minuman istimewa warisan Gusti Kanjeng Ratu Mas. Minuman istimewa ini digunakan untuk menjaga kesehatan dan mencegah penuaan.

Sumber : www.yukpegi.com

Comments

Komentar