Festival bahari tahunan dari Sulawesi Barat yakni Festival Sandeq, tahun ini kembali digelar di Pantai Bahari Polewali Mandar pada 12-17 September 2014. Festival dihelat oleh Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dalam rangka HUT Sulawesi Barat pada 22 September mendatang.

Atraksi utama dari Festival Sandeq adalah  menyaksikan perahu-perahu tradisional yang unik berlayar mengarungi laut lepas. Perahu ini disebut Sandeq dan telah dinobatkan sebagai ikon pariwisata Sulawesi Barat. Tahun ini Sandeq Race akan mengambil rute Makassar-Mamuju.

Selain lomba perahu, di Festival Sandeq 2014 Anda dapat melihat sandeq expo, malam apresiasi seni dan budaya, lomba lepa-lepa, lomba katinting, menikmati kuliner mandar, peragaan busana tenun mandar, mengikuti pendidikan dasar sandeq, pameran produk daerah dan masih banyak lagi.

Sandeq sendiri awalnya merupakan perahu layar yang kerap digunakan nelayan Mandar sebagai alat transportasi. Dengan mengadopsi teknik layar zigzag melawan angin, kecepatan perahu sandeq bisa mencapai 15 sampai 29 knot sehingga diklaim sebagai kapal layar tercepat di dunia. Bentuknya yang pipih, dengan lebar berkisar 1,5 – 2 meter dan panjang 6 – 9 meter menjadikan Sandeq lebih lincah dan lebih cepat dibandingkan dengan perahu layar lainnya.

Menurut peneliti asal Jerman Horst H Liebner, perahu ini memang memiliki ketangguhan dalam menghadapi angin dan gelombang saat mengarungi laut lepas. Sandeq tercatat pernah tampil di ajang Tonnerres Les spektakuler de Brest Festival 2012 di Bretagne, Prancis. Sebanyak 12 orang berlayar dengan perahu sandeq dan bergabung dengan 2500 kapal layar dari seluruh dunia pada tanggal 13-19 Juli 2012 lalu.

Pelayar Sandeq disebut dengan passandeq dan telah menyatu dengan perahu ini ibarat joki dan kudanya. Perahu sandeq yang kokoh, cantik, dan lincah juga harus dikendalikan oleh passandeq-passandeq yang tangguh. Ada juga yang disebut dengan punggawa dan sawi. Punggawa merupakan kapten dan juru mudi, sedangkan sawi adalah awak kapal yang bertugas mengatur arah layar dan menjaga keseimbangan perahu. Mereka juga merupakan satu kesatuan yang saling bahu-bahu menjalankan perahu sandeqnya.

Seorang punggawa dituntut memiliki keterampilan kelautan (paqissangang aposasiang), pengetahuan tentang berlayar (paqissangang sumobal), pengetahuan keperahuan (paqissangang paqlopiang), dan pengetahuan tentang alam gaib (paqissangang). Itulah sebabnya mengapa punggawa menjadi tokoh karismatik di atas perahu sandeq. Komando-komando sang punggawa menjadi peraturan mutlak bagi para sawi. Sehingga semua strategi di atas punggawa sudah dirancang sejak di darat oleh sang punggawa.

Perahu sandeq kini telah menjadi salah satu aset nasional dan  telah dipamerkan  di Museum d’Histoire Naturelle di Paris, Perancis, dengan nama “Semangat Mandar”. Desain perahu ini berusia 3000 tahun dan dalam sejarah maritim telah menjadi inspirasi untuk perkembangan kapal barat yang tampak pada desain kapal Trimaran buatan Denmark dan Catamara yang sering digunakan bangsa Polinesia.

Sumber foto: Banggaindonesia.com

Sumber : indonesia.travel

Comments

Komentar