Sebagai penduduk asli Jakarta, suku Betawi kaya akan kesenian dan budaya. Namun, tidak semua kesenian Betawi dikenal masyarakat luas, termasuk Tari Ronggeng Topeng Blantek ini. Walau, jauh sebelum kesenian tradisional Betawi lainnya dikenal masyarakat luas, wisata seni budaya Betawi ini telah hadir di antara masyarakat Betawi.

wisata seni budaya Tari Ronggeng Topeng Blantek ini berasal dari dua suku kata, yakni topeng dan blantek. Kata topeng yang dimaksud berasal dari bahasa Cina pada zaman Dinasti Ming yaitu to dan peng. To berarti sandi dan peng artinya wara. Jadi kata topeng berarti sandiwara. Sedangkan kata blantek memiliki banyak arti yang berasal dari beberapa pendapat. Ada yang mengatakan blantek berasal dari suara musik yang mengiringinya yaitu rebana biang, rebana anak dan kecrek yang menghasilkan suara blang blang crek. Namun, lidah masyarakat lokal sulit untuk menyebut blang blang crek dan ingin enaknya saja dalam penyebutan maka munculah kata blantek.

Penari membawakan tari Ronggeng Blantek dari Betawi dalam acara Gelar Lintas Budaya Nusantara di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Sabtu (20/12).

Wisata seni budaya Betawi ini memiliki ciri khas yaitu terdapat tiga buah sundung (kayu yang dirangkai berbentuk segi tiga yang biasa digunakan untuk memikul sayuran). Satu sundung berukuran besar dan dua berukuran kecil lalu diletakkan di panggung saat pentas sebagai pembatas para pemain yang sedang berlakon dengan panjak, musik, juga dengan para pemain lain yang belum dapat giliran berlakon. Perangkat lainnya yang digunakan saat pentas berupa obor yang diletakkan di tengah panggung pentas.

Namun amat disayangkan, di zaman moderinasi seperti sekarang, kesenian yang dulu terkenal di kalangan rakyat jelata ini kondisinya nyaris punah. Bahkan, keberadaan seniman dan sanggar tari Ronggeng Topeng Blantek sulit ditemukan sekarang. Yuk kita lestarikan kesenian Betawi ini sebagai kecintaan kita terhadaP kekayaan budaya Indonesia.

Sumber : www.yukpegi.com

Comments

Komentar