Untuk menyambut Hari Kemerdekaan RI yang ke-69, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang akan menyelenggarakan Festival Telok Abang, Telok Ukan dan Telok Pindang pada 14 Agustus 2014 di Plaza Benteng Kuto Besak, Palembang, Sumatera Selatan. Acara ini juga dibarengi dengan Lomba Biduk pada 15 Agustus, Parade Ketek Hias pada 16 Agustus, serta Lomba Perahun Hias dan Festival Panjat Pinang pada 17 Agustus.

Yanuarpan selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Palembang mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat menyemarakkan Hari Kemerdekaan RI yang sudah mulai redup.  Festival Telok Abang, Telok Ukan dan Telok Pindang dipilih karena ini merupakan panganan khas yang sudah menjadi ikon Palembang secara turun-temurun. Kuliner ini ingin dipopulerkan kembali karena sekarang banyak generasi muda yang tidak tahu kuliner daerah tersebut.

Festival Telok Abang, Telok Ukan dan Telok Pindang 2014

Festival ini akan melibatkan pelajar di Palembang, mereka diberi waktu dua jam untuk membuat kapal hias telok abang, makanan telok ukan dan telok pindang. Untuk Festival Panjat Pinang, sudah ada 25 batang pohon pinang yang disiapkan.

Sudah lama tradisi merayakan HUT RI dengan telok abang, telok ukan dan telok pindang melekat pada masyarakat Palembang. Ketiganya adalah panganan khas Bumi Sriwijaya yang hampir punah.  Telok abang yang digunakan untuk festival biasanya terdiri dari telur ayam atau telur bebek yang direbus dengan sumbo, yaitu pewarna layang-layang berwarna merah. Setelah itu, telur dipadukan dengan berbagai mainan atau hiasan berbagai bentuk yang dibuat dari kardus bekas dan kayu gabus.

Telok ukan merupakan panganan yang dibuat dengan cara melubangi telur bebek dengan jarum, kemudian isinya di keluarkan lalu dicampur dengan olahan gula mentega dan santan. Setelah itu, isi telur dimasukan kembali ke cangkang telur melalui lubang kecil tadi, kemudian dikukus.

Sementara telok pindang adalah telur yang telah melewati proses pemindangan, yaitu proses pengolahan yang mengkombinasikan penggaraman dan perebusan. Proses pemindangan telur menggunakan daun jambu biji atau kulit bawang merah, sehingga warna kulit telur menjadi kecoklatan dan menciptakan citarasa yang khas.

Informasi sejenis bisa ditemukan di laman palembang-pos.com

Sumber :  indonesia.travel

Comments

Komentar