Indonesiamagz.com – Malioboro terus bercerita tentang dirinya dari waktu ke waktu baik sepanjang hari yang tidak pernah berhenti. Mulai fajar menyingsing hingga tenggelam kawasan ini terus bercerita kepada kita yang mengunjungi dari waktu ke waktu.

Pagi itu saya bersepeda berkeliling kota untuk menghirup kesegerannya dan merasakan jalanan yang lengang. Saya mengambil rute Jl. Wates – Jl. HOS Cokroaminoto – Jl. Kyai Mojo – Jl. Diponegoro – Jl. Mangkubumi – Jl. Malioboro – Jl. KH. Ahmad Dahlan – Jl. Wates.

Ketika saya melewati Jl Malioboro saya melihat kegiatan kuliner pagi bagi para pesenam dan pelari yang memanfaatkan jalan Malioboro sebagai wahana untuk bersosialisasi satu dengan yang lain. Ujung utara hingga selatan, kawasan ini banyak terjadi kegiatan kuliner dengan berbagai menu. Mulai dari Pecel Madiun, Bubur Ayam Samarinda, Soto Ayam Khas Lumajang hingga Warung Angkringan yang biasa kita temui di mana saja.

Dalam kayuhan sepeda, saya sempat berhenti sejenak untuk melihat di salah satu anjungan kuliner yang banyak antrian baik yang mau memesan dan membayar. Anjungan kuliner tersebut adalah Pecel Madiun Berkat yang berada di area parkir Malioboro Mall. Selain pecel Madiun banyak jenis kuliner yang dijajakan di area ini, mulai dari Soto Ayam, Bubur Ayam, Roti dan Snack.

Saya sempatkan ngobrol dengan Ibu Maryam salah satu pembeli kuliner di area ini, beliau biasa jalan-jalan pagi di area sini menikmati Pecel Berkat. Alasan nenek dari 5 cucu ini karena pecel tersebut enak dan mengandung banyak sayur-sayuran dan bisa memilih tingkatan pedasnya.

Itulah sekelumit cerita tentang Malioboro yang tidak pernah berhenti berdetak menceritakan kisahnya dari waktu ke waktu. Semoga impian kita menjadikan kawasan Malioboro sebagai area pedestrian, kendaraan non motor, wisata belanja dan kuliner dapat segera terwujud sehingga menjadikan kawasan ini sebagai contoh kawasan bebas asap kendaraan bermotor.

Sumber : visitingjogja.com

Comments

Komentar