INDONESIAMAGZ.com – Bagi kamu yang menyukai kegiatan di alam terbuka, kawasan yang terletak di Jakarta Utara, tepatnya di Pantai Indah Kapuk bisa Anda masukan dalam daftar pertama untuk mengisi liburan. Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk atau yang lebih dikenal dengan nama Hutan Mangrove PIK bisa dimanfaatkan untuk berekreasi dengan keluarga maupun orang terkasih.Hutan

Di kawasan TWA ini banyak aktivitas seru yang bisa kamu lakukan. Meskipun lokasinya berada di Jakarta, kamu bisa merasakan suasana alam yang masih asri.  Berjalan-jalan diantara hutan mangrove yang menyajikan suasana romantis sembari menikmati udara sejuk dan pemandangan hijau dari hutan mangrove yang lebat.perahu

Bila sudah lelah mengelilingi hutan, hal menarik lainnya yang dapat kamu lakukan di tempat ini adalah wisata air. Kamu bisa melihat keindahan lainnya dari TWA ini melalui jalur air. Ada perahu motor, perahu kayu, maupun kano yang dapat Anda gunakan untuk mengeksplorasi keindahan TWA ini.Pagoda

Sensasi berbeda pasti akan terasa jika sudah mengarungi hutan mangrove dengan perahu. Anda akan disajikan pemandangan layaknya sungai Amazon. Bila beruntung, sesekali akan terlihat fauna asli habitat mangrove yaitu biawak dan beberapa jenis burung yang asik berburu ikan.Rumah apung

Ingin merasakan suasana malam di hutan mangrove? Jangan khawatir, TWA ini menawarkan beberapa tipe penginapan yang dapat dipilih sesuai dengan dana dan jumlah orang. Misalnya tipe camping ground dan pondok apung atas air yang berkapasitas dua orang hingga villa yang memiliki 10 kamar.

Berpartisipasi Menjaga Alam

Memiliki luas 99.82 hektare, keberadaan hutan mangrove ini bukan sekedar destinasi wisata saja, melainkan  juga berfungsi  sebagai pencegahan erosi pantai di sekitar Jakarta dan juga tempat konservasi mangrove. Sebagai ecoutourism, TWA ini juga menjadi tempat edukasi untuk mengenalkan fungsi mangrove serta pelestarian lingkungan.Lapangan

Menurut penuturan pihak TWA Angke Kapuk yang diwakili oleh Irma, gagasan mendirikan TWA ini berasal dari seorang perempuan sepuh bernama Murni. “Beliau memang menyukai tanaman dan mencintai lingkungan,” ujar Irma yang masih memiliki hubungan darah dengan Murni.

Bekerjasama dengan dinas Kehutanan, Murni pun mulai membangun TWA ini sejak 1997 dan mulai dibuka untuk umum sekitar 2009-2010. Awalnya kawasan ini dimanfaatkan sebagai tambak oleh warga dan banyak mangrove rusak. Kini 40 persen sudah dilakukan rehabilitasi melalui pelestarian dan penanaman kembali. Menurut Irma ada empat jenis mangrove yang mengisi kawasan TWA ini.Jembatan

Sebagai tindak lanjut dari pelestarian alam, pengunjung TWA juga diberikan kesempatan untuk turut serta dalam aksi penanaman kembali. Hanya dengan membayar Rp 150 ribu Anda sudah ikut berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan. “Jika ingin ada papan nama di depan tanaman dikenakan biaya Rp 500 ribu,” jelas Irma.Tanam

Dari kunjungan redaksi indonesiamagz.com ke TWA tersebut, memang sudah banyak perorangan maupun instansi yang berpartisipasi dalam aksi penanaman mangrove. Keberadaan TWA ini pun mendapat respon positif dari warga Jakarta. Terbukti dari jumlah kunjungan perharinya mencapai 300 orang. “Kalau hari libur maupun libur nasional bahkan bisa mencapai ribuan orang,” tutur Irma.

Comments

Komentar