Indonesiamagz – Di tahun 2016, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) akan memperkenalkan branding Pesona Lombok Sumbawa dengan label wisata halal sebagai daya tarik utamanya. Provinsi ini akan membenahi dan memantapkan label tersebut melalui standar regulasi yang tersusun di dalam Peraturan Daerah (Perda).

Menurut Kepala Dinas Pariwisata NTB, L.M Fauzan, Pemprov telah menganggarkan dana sebesar 1,2 miliar untuk membantu sekira 200 usaha pariwisata di NTB agar mendapatkan sertifikasi halal. Tapi tidak menutup kemungkinan terdapat usaha pariwisata yang ingin mengurus sertifikasi secara sukarela.

“Sebagai contoh Santosa Villas, hotel itu sekarang sudah dilabeli halal, tidak lagi menjual alkohol. Ini adalah kemauan dari owner hotel itu sendiri, tidak ada paksaan,” kata L.M Fauzan pada acara Sailing Journalists 2016 dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional, di atas kapal KRI Makassar, Jum’at (5/2).

Lanjutnya, menata destinasi wisata halal bukan berarti melarang makanan dan minuman non halal untuk tetap ada di Lombok. Hanya saja, dengan label tersebut, wisatawan yang mencari makanan halal, hotel dan spa halal, ataupun zona tidak berbikini akan lebih mudah.

Branding Pesona Lombok Sumbawa menurut L.M Fauzan, merupakan sebuah tanggung jawab besar untuk membuktikan sejauh mana daerah ini pantas mendapatkan julukan destinasi wisata halal. Oleh karenanya, di tahun 2017, Pemprov mulai membangun fasilitas terkait wisata halal, seperti hotel halal.

Sementara itu, Kementerian Pariwisata telah menetapkan 13 provinsi yang menjadi destinasi wisata halal yaitu NTB, Nangroe Aceh Darussalam, Sumatra Barat, Riau, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Sumatra Selatan. Menurut L.M Fauzan, NTB adalah salah satu yang paling siap untuk menjadi destinasi wisata halal. Hal ini didukung oleh regulasi, konektifitas dan akses yang sudah memadai.

“Tapi sayangnya, belum satupun ada penerbangan langsung ke Lombok dari negara Timur Tengah, yang jadi target market wisata halal. Kita mengambil keuntungan dari letak geografis yang dekat dengan Bali, Emirates dan Qatar Airways sudah ada penerbangan langsung ke Bali sekarang,” ujarnya.

Pemprov NTB telah menetapkan 11 titik wisata halal yang tersebar di Lombok dan Sumbawa, salah satunya kawasan Mandalika dengan budaya Lombok yang sangat kental.

“Budaya kami sangat familiar dengan kehidupan sosial, mayoritasnya pun orang Muslim. Ini bisa dilihat di Mandalika yang juga merupakan Kawasan Ekonomi Khusus,” tambahnya.

L.M Fauzan optimis bahwa Lombok dapat mempertahankan label World Halal Destination yang baru saja diraihnya pada 2015. Ia juga meyakini bahwa target wisatawan nusantara (wisnus) sebesar 3 juta dapat dipenuhi.

“Kami yakin itu, dengan berbagai event yang kami selenggarakan tahun ini, contohnya dengan Festival Tambora yang sukses diselenggarakan tahun lalu,” katanya.

Sumber : indonesia.travel

Comments

Komentar