Indonesiamagz.com – Indonesia punya banyak keindahan dan keunikan alam yang menawan. Salah satu keunikan alam Indonesia adalah Ombak Bono di sungai pedalaman Riau. Ombak bono ini terletak di Sungai Kampar, Provinsi Riau dan merupakan fenomena alam akibat pertemuan arus sungai ke laut dan arus laut yang masuk ke sungai.

Biasanya ombak atau gelombang hanya terjadi di tepi pantai atau laut akibat perubahan arus air dan angin yang jika berukuran cukup besar banyak dimanfaatkan untuk bermain selancar. Maka, jika melihat orang berselancar di pantai adalah merupakan suatu hal yang sudah biasa. Tetapi melihat orang berselancar di arus sungai adalah suatu hal yang luar biasa.

Tempat berselancar di sungai yang dimaksud tersebut, salah satunya berada di Indonesia, selain di beberapa sungai di Amerika Selatan dan Cina serta Eropa. Hal ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri. Lokasi tepatnya adalah di Muara (Kuala) Sungai Kampar – Kecamatan Kuala Kampar – Kabupaten Pelalawan – Propinsi Riau – Indonesia. Gelombang ombak sungai ini disebut Gelombang Bono ataupun Ombak Bono yang berukuran cukup besar. Bono yang lebih kecil berlokasi di Muara Sungai Rokan – Kabupaten Rokan Hilir Propinsi Riau – Indonesia.

Bono adalah gelombang atau ombak yang terjadi di Muara (Kuala) Sungai Kampar Riau Indonesia yang merupakan suatu fenomena alam akibat adanya pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat pasang. Menurut beberapa peselancar dunia yang telah berselancar di ombak Bono mengatakan bahwa ombak Bono ini merupakan ombak sungai yang terbesar yang pernah mereka temui.

Muara Sungai tempat Bono terjadi disebut penduduk sebagai Kuala Kampar memiliki ombak Bono yang dapat mencapai ketinggian 6-10 meter tergantung keadaan pada saat kejadian dan titik lokasi. Menurut cerita Melayu lama berjudul Sentadu Gunung Laut, setiap pendekar Melayu pesisir harus dapat menaklukkan ombak Bono untuk meningkatkan keahlian bertarung mereka. Hal ini dapat masuk akal karena “mengendarai” Bono intinya adalah menjaga keseimbangan badan, diluar masalah mistis.

Menurut cerita masyarakat, dahulunya gulungan ombak ini berjumlah 7 (tujuh) ombak besar yang terbentuk oleh 7 hantu. Ketika pada masa penjajahan Belanda, kapal-kapal transportasi Belanda sangat mengalami kesulitan untuk memasuki Kuala Kampar akibat ombak ini. Salah seorang komandan pasukan Belanda memerintahkan untuk menembak dengan meriam ombak besar tersebut. Entah karena kebetulan atau karena hal lain, salah satu ombak besar yang kena tembak meriam Belanda tidak pernah muncul lagi sampai sekarang. Maka sekarang ini hanya terdapat 6 (enam) gulungan besar ombak Bono.

Tujuh Hantu atau Ombak Tujuh Hantu adalah 7 gulungan ombak Bono dengan formasi 1 di depan dan diikuti dengan 6 gelombang di belakangnya. Karena 1 ombak terbesar telah dihancurkan Belanda sehingga ombak Bono besar hanya tersisa 6 ombak dengan formasi hampir sejajar memasuki Kuala Kampar. Mengenai kapal Belanda dan orang-orangnya tidak pernah diketemukan sampai sekarang. Ombak 7 Hantu ini dapat muncul pada titik-titik lokasi tertentu.

Sumber : indonesia.travel

Comments

Komentar