indonesiamagz.com – Bagi masyarakat suku sasak bagitu mendengar tabuhan dan alunan irama Gendang Beleq, maka yang terasa adalah sebuah semangat, detak jantung terasa kencang serta bahsa tubuh yang ingin segera menari mengiri alunan tabuhannya. Yang terbuat dari pohon meranti, berbentuk bulat panjang yang dilubangi pada bagian tengahnya. Pada kedua sisinya dilapisi oleh kulit kambing, sapi ataupun kerbau yang kering.

Gendang ini jika ditabuh maka akan berbunyi dang atau dung, dan dari kata dang itulah akhirnya kata gendang ternamai dengan menambah imbuhan-gen di depannya. Sementara itu, kata Beleq sendiri diambil dari bahasa Sasak yang berarti besar. Dengan demikian, Gendang Beleq berarti gendang besar karena gendang ini memiliki ukuran yang besar, berbeda dengan ukuran gendang-gendang yang berasal dari daerah lain.

SEJARAH

Musik Gendang Beleq ini, dalam memainkan juga dilengkapi alat musik lain seperti oncer, seruling dan pencek. Kesan pertama jika anda mendengar alunan tabuhan Gendang Beleq ini yaitu akan serupa dengan musik dari Bali. Sejarah mencatat bahwa pulau Lombok dahulunya pernah dikuasi kerajaan Bali yaitu klungkung pada abad ke 17, dikuasi oleh kerajaan Karangasem pada abad ke 18 dalam  selang waktu yang tidak sebentar.

Pengaruh kolonisasi Bali akhirnya berpengaruh pada musik Gendang Beleq. Namun seiring perubahan zaman yang mempengaruhi kultur dan adat masyarakat pulau Lombok, musik Gendang Beleq juga mengalami perubahan.

Konon, musik Gendang Beleq pada zaman dahulu digunakan sebagai musik penyemangat prajurit yang pergi atau telah pulang berperang, dan akhirnya musik Gendang Beleq dijadikan musik peperangan. Namun seiring berjalannya waktu sebagai musik yang mengiringi upacara-upacara adat seperti Merariq (pernikahan), sunatan (khitanan), Ngurisang (potong rambut bayi) dan begawe beleq (upacara besar).

Tak jarang juga musik Gendang Beleq saat ini dijadikan ajang hiburan seperti festifal, lomba-lomba ataupun acara ulang tahun kota maupun propinsi. Jika Gendang Beleq sudah ditabuh dan diiringi alat-alat musik pendukungnya dimainkan, penonton pun turut bersorak sorai menyambut, bahkan tidak jarang pula yang menari-nari mengikuti alunan nada.

Saat ini, musik Gendang Beleq telah memiliki banyak komunitas yang tersebar luas di pulau Lombok, bahkan ada juga yang mendirikan komunitas di luar Lombok. Komunitas-komunitas ini mengelola secara mandiri dan membuat sanggar agar bisa berlatih setiap hari.

Ada beberapa alat yang terdapat dalam bermain musik Gendang Beleq, seperti terumpang atau alat yang berbentuk bulat besar seperti wajan yang ditengahnya terdapat benjolan kecil terbuat dari kuningan atau tembaga, alat ini akan menghasilkan bunyi yang mendengung jika dipukul.

Selanjutnya ada Gong, alat ini sebenarnya hampir sama dengan gong-gong dari daerah lainnya. Alat-alat lainnya dalah kenceng (seperti kelereng), seruling, oncer atau petuk, pencek dan beberapa alat yang digunakan sebagai penabuh berupa tongkat-tongkat kayu berukuran sangat pendek yang terbuat dari kayu kelapa dan ujungnya dibalut kain agar kuat.

Musik Gendang Beleq juga memiliki nilai filosofis dan disakralkan oleh masyarakat suku Sasak. Masyarakat suku Sasak menilai bahwa dalam seni tubuh Gendang Beleq terdapat keindahan, ketekukan, ketelitian, kesabaran, kebijakan dan kepahlawanan yang diharapkan menyatu dengan hati masyarakat suku Sasak.

Karena tabuhan dan alunan musik dari Gendang Beleq ini mengandung semangat yang luar biasa dalam memainkan maupun sekedar mendengarkan, banyak dari wisatawan lokal maupun mencanegara sengaja datang untuk menonton tabuhan musik Gendang Beleq ini. Bahkan diantara wisatawan-wisatawan tersebut ada yang tertarik untuk memainkan musik ini.

Sumber : Disbudpar Mataram

Comments

Komentar