INDONESIAMAGZ.com – idPeople masih jomblo? atau sering mengalami konflik di kehidupan percintaan? Khususnya bagi idPeople keturunan Tinghoa, tempat yang satu ini mungkin bisa menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan asmara.

Nah, di Pulau Kemaro ada kisah atau cerita untuk peruntukan jodoh. Banyak yang percaya, bila setiap perayaan Cap Go Meh datang ke Pulau Kemaro, maka hubungan asmaranya akan menjadi langgeng dan menjadi jodoh.

Menurut Irene Camalyn Sinaga, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, tradisi serta legenda ini menjadikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat Tionghoa di Kota Palembang, luar kota hingga luar negeri. “Ada juga hal unik lainnya seperti melepaskan burung. Bagi kaum Tionghoa, melepas burung dapat mengurangi karma buruk dan memperlancar rezeki. Tentunya, dengan memohon kepada Tuhan terlebih dahulu.

Semakin banyak burung yang dilepas, semakin enteng pula dosa yang ditanggung,” terang Irene. Selain keunikan dalam ritual melepas burung, ada juga tradisi membakar uang-uangan. Tradisi ini kerap dilakukan oleh orang-orang keturunan Tionghoa terutama yang menganut ajaran tridarma (Budhisme, Khonghucu dan Taoisme).

Setiap kali melakukan persembahyangan mereka menyediakan sam seng, tiga makanan berjiwa dari udara, air dan daratan. Dan juga membakar kertas yang berupa uang-uangan bagi arwah leluhurnya. Uang ini terbagi menjadi dua kategori yakni uang emas (Kim Coa) dan uang perak (Gin Coa). Uang emas diperuntukkan bagi dewa-dewa sementara uang perak diperuntukkan bagi arwah leluhur ataupun orang tua yang sudah meninggal.

Comments

Komentar