INDONESIAMAGZ.com – Maskapai nasional plat merah Garuda Indonesia kembali meraih penghargaan sebagai “Maskapai Bintang Lima” atau “5-Star Airline” oleh Skytrax, pada ajang pameran kedirgantaraan terbesar di Asia, Singapore Airshow 2016. Pencapaian ini merupakan yang kedua kalinya, setelah memperoleh gelar tersebut pertama kali pada akhir 2014.

Sertifikat “5-Star Airline” yang kedua tersebut diserahkan langsung CEO Skytrax Edward Plaisted kepada Direktur Utama Garuda Indonesia M. Arif Wibowo, disaksikan oleh Menteri BUMN RI Rini Soemarno, Duta Besar RI untuk Singapura I Gusti Ngurah Swajaya, dan Komisaris Utama Garuda Indonesia Jusman Syafii Djamal di Function Room 5 Changi Exhibition Center.

Menteri BUMN RI Rini Soemarno, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Garuda Indonesia atas pencapaian dan keberhasilan dalam mempertahankan gelar “5-Star Airline”.

Rini Soemarno memuji kerja keras manajemen dan seluruh karyawan Garuda Indonesia yang telah berhasil meraih penganugerahan untuk kedua kalinya predikat sebagai “Maskapai Bintang Lima” dari Skytrax, karena pencapaian tersebut tidak sekedar memperkuat brand komersial Garuda Indonesia, namun sekaligus memperkokoh Nation Branding Indonesia di mata dunia.

Sebagai maskapai nasional pembawa bendera Bangsa, kata Rini Soemarno, Garuda Indonesia telah mempersembahkan pencapaian ini kepada negara dengan baik. Selain sebagai prestasi, pencapaian ini sekaligus menjadi tantangan yang lebih besar untuk terus menerus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa.

Lebih jauh Rini Soemarno juga mengatakan, pencapaian reputasi internasional harus diikuti dengan kinerja finansial yang baik juga. Hal ini juga sudah dibuktikan dengan baik oleh Garuda Indonesia. Rini Soemarno sekaligus mengapresiasi pencapaian laba bersih (net profit) tahun 2015 yang dicapai Garuda Indonesia senilai Rp 1 triliun lebih atau setara 77,9 juta dolar AS.

Direktur Utama Garuda Indonesia, M. Arif Wibowo mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari komitmen dan konsistensi manajemen dan seluruh karyawan Garuda Indonesia untuk bekerja keras dalam memberikan hal yang terbaik yang dapat mempertahankan dan meningkatkan kinerja perusahaan pada seluruh aspek bisnis.

“Pencapaian ini merupakan milestone penting bagi Garuda Indonesia di awal tahun 2016, sekaligus menjadi tantangan yang lebih besar bagi Garuda Indonesia untuk secara terus menerus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa” kata Arif.

Proses sertifikasi “5-Star Airline” dilaksanakan melalui proses “Skytrax Audit” dengan poin-poin penilaian mendetil yang meliputi seluruh aspek pelayanan, dari pre-flight, in-flight dan post-flight, seperti kualitas pelayanan penumpang di bandara, kualitas ruang tunggu, kenyamanan kabin, sajian dalam pesawat (inflight meal), hingga kualitas hiburan dalam pesawat (in-flight entertainment).

CEO Skytrax, Edward Plaisted mengatakan bahwa keberhasilan Garuda Indonesia dalam mempertahankan predikat “5-Star Airline” merupakan wujud kerja keras dalam mempertahankan kualitas pelayanan.

“Pada situasi industri penerbangan yang kompetitif, Garuda Indonesia mampu bertahan dalam persaingan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai dan standar pelayanan yang dijalankan. Konsistensi yang dihadirkan dalam produk dan layanan sebuah maskapai merupakan bagian terpenting dari penilaian maskapai bintang lima tersebut, dan armada-armada yang dioperasikan Garuda Indonesia saat ini menawarkan berbagai kelas layanan yang sesuai dengan standar 5-Star Airline” tambah Edward.

Dari total lebih dari 200 maskapai penerbangan di seluruh dunia, hingga saat ini hanya terdapat tujuh Maskapai Bintang Lima (Five Star Airliner) yaitu Garuda Indonesia, Singapore Airlines, Cathay Pacific, Qatar Airways, Asiana Airline, All Nippon Airlines, dan Hainan Airlines.

Berkat komitmen manajemen dan karyawan Garuda Indonesia untuk terus memberikan hal yang terbaik, kinerja Garuda Indonesia secara bertahap terus diakui di tingkat internasional. Pada tahun 2013, Skytrax menobatkan Garuda Indonesia sebagai “The World’s Best Economy Class” dan pada tahun 2014 Garuda Indonesia untuk pertama kalinya meraih predikat “The World’s Best Cabin Crew”, “Maskapai Bintang Lima/5-Star Airline” dan posisi ke-7 dalam “The World’s Best Airlines”.

Pada tahun 2015, di acara Skytrax “The World Airline Awards 2015” bertempat di pameran kedirgantaraan “Paris Airshow 2015”, Garuda Indonesia kembali meraih “The World’s Best Cabin Crew” untuk yang kedua kalinya.

Penetapan Garuda Indonesia sebagai “The World’s Best Cabin Crew 2015” tersebut didasarkan pada “Customer Satisfaction Survey” yang dilaksanakan oleh Skytrax secara global yang melibatkan lebih dari 18 juta penumpang. Survei dilaksanakan terhadap lebih dari 245 perusahaan penerbangan internasional, dan diselenggarakan setiap tahunnya dengan mengukur 41 aspek utama terkait produk dan layanan yang diberikan oleh perusahaan penerbangan.

Sebagai bagian dari program pengembangan armada yang berkelanjutan, sepanjang tahun 2016 Garuda Indonesia Group akan menerima kedatangan total 16 armada baru yang terdiri dari satu Boeing 777-300ER, empat Airbus A330-300, empat ATR72-600, dan delapan Airbus A320 untuk Citilink. Dengan demikian, hingga akhir 2016 ini Garuda Indonesia Group akan mengoperasikan total 188 armada yang terdiri dari 144 armada Garuda Indonesia dan 44 armada Citilink.

Sejalan dengan salah satu program strategis perusahaan untuk memperkuat “Group Synergy”, maka berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2016 ini Garuda Indonesia berpartisipasi dalam Singapore Airshow sebagai “Garuda Indonesia Group”.

Keikutsertaan Garuda Indonesia Group dalam Singapore Airshow ini merupakan bentuk sinergi antarperusahaan dalam meningkatkan brand image Garuda Indonesia dan seluruh anak usaha melalui konsep “Group Synergy” yang antara lain bertujuan menggali potensi dan peluang bisnis yang ada, meningkatkan hubungan tiap-tiap perusahaan dengan stakeholders, serta meningkatkan awareness terhadap peran Garuda Indonesia Group sebagai Duta Perdagangan Republik Indonesia di taraf internasional.

Comments

Komentar