INDONESIAMAGZ.com – Kunjungan wisatawan mancanegara asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ke Indonesia terus meningkat. Hal paling terbaru adalah  kesuksesan gelaran Imlek 2016 di Bali dan Batam. Akan teteapi, hal itu bukan datang secara tiba-tiba namun melalui proses promosi panjang sejak 2015 yang digenjot secara konsisten oleh Kementerian Pariwisata RI.

“Kami gunakan media-media berpengaruh di Tiongkok. Dari CCTV, CNS, Xinhua, Baidu, dan semua channel, semua platform digital yang punya pengaruh di sana kami promosikan Wonderful Indonesia,” jelas Menpar Arief Yahya, di Jakarta.

Apa saja trik yang sudah dilakukan?

“Banyak! Pertama, Sales Misson yang mengajak para industry pariwisata di Tanah Air, terutama dari tiga greaters dan 10 top destinasi, dan kota-kota lain yang pariwisatanya sudah siap dipromosikan, untuk matching sellers dan buyers. Sudah ada appointment dulu, lalu bertemu dan saling membuat komitmen,” jelas Arief Yahya.

Kedua, lanjut Arief, Festival-festival atau pertunjukkan kesenian, kebudayaan, dan semua yang bernuansa kuat Wonderful Indonesia di banyak kota di China. Targetnya adalah memperkenalkan nama Indonesia dengan berbagai destinasi menarik yang tidak ada duanya di dunia.

Ketiga, Exhibition atau pameran-pameran yang selalu menampilkan para pelaku bisnis pariwisata, sekaligus membranding pariwisata Indonesia. “Semua kita jalani dengan konsep Branding, Advertising dan Selling (BAS),” Menpar Arief Yahya.

Di kota mana saja promosi itu digeber?

“Kota besar sudah pasti, dari Beijing, Shanghai dan Guangzhou. Akan tetapi, di kota-kota lain juga semakin agresif kami lakukan, seperti Kunming, Changsa, Chengdu, Xian, Wuhan, Ningbo, Shenzen, Hefei, Nanning, Hangzhou, Shenyang, Dalian, Xiamen, dan lainnya. Anda harus ingat, kota kecilnya China itu, sama dengan kota besarnya Indonesia. Penduduknya besar, dan daya belinya kuat”.

Awal April nanti, lanjut dia, ada yang baru dalam format promosi Wonderful Indonesia, agar lebih permanen dan nyantol lebih familiar. Yakni membuka Restoran Wonderful Indonesia di Hefei, Provinsi Anhui, yang berpenduduk 70 juta. Branding di restoran itu akan nempel terus sehingga setiap orang melintas di lokasi itu, sudah langsung tertanam branding “Wonderful Indonesia.”

Ibarat sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Sekali membranding restoran, yang nama itu sendiri sudah sangat promotif. Sekaligus, mempromosikan masakan khas Indonesia di public China.

“Kuliner adalah produk budaya, dan banyak makanana khas Indonesia yang cocok di lidah orang-orang China. Beberapa mereka juga suka pedas dan gurih. Banyak masakan Indonesia yang bernuansa pedas dan gurih,” kata Arief Yahya yang didampingi Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana dan Asdep Asia Pacific Vencensus Jamedu.

Jika ini sukses, lanjut dia, tahun 2016 ini akan dibuka 10 restoran Wonderful Indonesia yang lain di lokasi lain di Negeri Kungfu Panda itu. Resto ini merupakan join dengan investor local Tiongkok yang sudah berbisnis di restoran”.

Garap Wisman Mahasiswa di Kampus-Kampus Tiongkok

Tiongkok merupakan salah satu dari 19 negara yang menjadi pasar pariwisata Indonesia. Kunjungan wisatawan China ke Indonesia ada di peringkat 4 setelah Singapura, Malaysia dan Australia. Arief Yahya berharap bahwa kunjungan tersebut akan meningkat hingga ke posisi pertama atau kedua mengalahkan Australia, Malaysia dan Singapura.

Promosi Wonderful Indonesia kini menyasar kampus-kampus dengan target mahasiswa. Saat mengikuti Travel Mart, atau bursa pasar pariwisata di Tiongkok, selalu dijajaki untuk “Jelajah Kampus” yang ada di kota itu.

“Selain juga menemui media, press conference, gubernur, sampai ke menteri pariwisata-nya China. Itu agenda rutin setiap berkunjung ke Negeri Tirai Bambu itu,” jelas Menpar Arief Yahya.

Karena itu, tidak heran jika Menpar sudah bertemu tiga kali dengan Chairman CNTA –China National Tourism Administration atau Menpar RRT, Mr Li Jinzao. Mengapa kampus?

“Mahasiswa itu hebohnya luar biasa di media digital. Mahasiswa itu paling hobi bermain media social. Media social adalah channel yang paling efektif untuk melepas promosi viral. Kami serius di promosi digital Wonderful Indonesia, kami sadar ke depan adalah era aplikasi digital,” ungkap Menpar yang basic-nya memang teknologi digital itu.

Bermain “keyword” itu, kata Arief Yahya, adalah pintu untuk menembus benteng apapun dalam dunia digital. “68 persen, mereka mencari destinasi untuk berliburan melalui jaringan internet. Hanya sedikit yang datang fisik ke traval agent dan tour operator. Ke depan, persentase itu sudah pasti akan semakin besar. Nah, Wonderful Indonesia akan menjemput trend penggunakan media digital itu, dengan memperkuat content promosi Wonderful Indonesia via digital,” tutur pria asli Banyuwangi itu.

Karena itu pula, tahun 2016 ini Kemenpar memperbanyak promosi via Baidu, semacam searching engine-nya China. Google yang menjadi spesialis di mesin pencari itu, tidak bisa diakses jika masuk melalui provider di Negeri Tembok Raksasa itu. Begitupun medsos, seperti Facebook, Twitter, Pinterest, Instagram dan lainnya.

“Karena itu, on line kita geber. Off line pun kita terobos. Lalu TV-TV di sana yang dikontrok kuat oleh pemerintah juga kami masuk dengan promosi Wonderful Indonesia,” jelas Arief Yahya.

Asdep Pemasaran Asia Pacific Kemenpar, Vicensus Jamedu, yang pernah keliling ke Kampus Fudan University juga mengakui, respons mahasiswa itu sangat cepat. Diskusi mereka melalui media social bisa menjadi viral yang positif buat promosi pariwisata.

“Kami promosikan soal kemudahan ke Indonesia, akses ke Bali, Jakarta, Batam, Bebas Visa Kunjungan (BVK), dan tentu bagi-bagi lucky drow bekerjasama dengan airline,” ucap Vincen yang mengerti pasar China itu sangat sensitive dengan discount dan paket khusus.

Di Travel Mart terbesar, seperti ICTM-International China Tourism Mart Kunming, hampir semua negara di dunia berbondong-bondong memasarkan produk destinasinya ke China. Mereka sadar sekali, outbond 2014 sudah 100 juta orang dari China. Lalu 2015 sekitar 114 juta orang. Mereka sedang punya capital, punya uang untuk belanja dan jalan-jalan ke luar China.

“Pasar China itu pasar terbesar dunia,” ungkapnya.

Beberapa travel mart yang mulai disusun oleh Kemenpar, antara lain Chengdu Travel Mart, Xian Silk Road Exhibition, Adex Beijing, Shanghai Fair, China Golf Travel Fair, Diving and Resort Travel Fair, dan lainnya. “Dari sinilah, Sales Mission, Festival dan Expo kami lakukan,” kata dia.

Sumber: indonesia.travel

Comments

Komentar