INDONESIAMAGZ.com – Kawasan Kampung Arab di Palembang, Provinsi Sumatera Selatan bersolek menyambut Gerhana Matahari Total (GMT), 9 Maret 2016. Bangunan berarsitektur Timur Tengah dan Eropa ditata rapih oleh warga dan Dinas Budaya dan Pariwisata Pemprov Sumsel. Misinya, mendukung program promosi  wisata GMT yang sudah dilakukan Kementerian Pariwisata.

“Terima kasih warga Kampung Arab Palembang. Terima kasih kawan-kawan di Pemprov Sumsel. Makin menarik, makin mengesankan wisman, mereka akan menjadi loyal costumers, dan akan datang lagi mengajak kawan, saudara dan handai tolan ke sana,” kata Menpar Arief Yahya di Jakarta.
GMT adalah momentum langka dan anugerah Tuhan yang tak ternilai. Tinggal kita mau membuatnya bernilai, atau hanya akan lewat begitu saja, tanpa terjadi apa-apa?
“Saya senang, daerah makin menyadari peran pariwisata dalam mendongkrak ekonomi rakyat, karena banyak industri dan rantai usaha yang terkait dengan hospitality,” ungkap Menpar Arief.
Greget daerah juga sudah terasa. Promosi Kemenpar sejak 2015 soal Total Eclips ini benar-benar terasa impactnya sampai ke daerah-daerah yang dilintasi. Tentu, ini bukti konkret peran promosi pariwisata yang bisa mengubah banyak persepsi orang.
“Perputaran uang di sektor pariwisata itu sangat besar. Untuk kunjungan wisatawan mancanegara mungkin bisa mencapai Rp 1,56 T. Sedangkan untuk wisatawan domestik asumsi perputaran uangnya Rp 3,8T. Jadi persiapan matang memang perlu karena potensi besar tadi muncul akibat fenomena gerhana matahari total,” papar Deputi Pemasaran Nusantara Esthy Riko Astuty, Jumat (19/2).
Gubernur Sumsel Alex Noerdin sadar akan potensi besar tadi. Karenanya, action nyata pun langsung dilakukan. Tak hanya mencat ulang bangunan-bangunan klasik di Kampung Arab. Perluasan dermaga, pembuatan pintu gerbang hingga dan toilet bahkan sudah digeber sejak jauh-jauh hari.
“Perbaikan jalan dan penunjang infrastruktur lainnya dibantu penuh Pemerintah Provinsi Sumsel. Kami ingin wisatawan yang berkunjung terkesan dengan Sumatera Selatan,” papar Gubernur Sumsel Alex Noerdin didampingi  (Plt) Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Irene Camelyn Sinaga.
Alex menuturkan, fenomena GMT yang melintasi Palembang menjadi momen langka dan penting. Karenanya,, pihaknya membuat dermaga sederhana di bantaran Sungai Musi Palembang.
Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Irene Camelyn Sinaga kemudian merinci pembangunan dermaga tadi. Dari paparan Irene, dermaga tersebut terbuat dari kayu. Ukurannya 10×10 meter persegi. Rencananya, dermaga tersebut  akan dijadikan tempat wisatawan bersantai sambil menikmati keindahan Sungai Musi.
“Pengerjaannya sudah menyelesaikan konstruksi lantai menggunakan kayu ulin yang tahan terhadap air. Rencananya akan ada semacam warung kecil di sana. Wisatawan bisa duduk sambil minum kopi dan mencicipi makanan khas Arab, seperti nasi kebuli, nasi samin, dan kari kambing,” papar Irene.
Diakui Irene, warga Kampung Arab sangat terbuka dengan rencana pemerintah untuk memilih daerahnya sebagai salah satu lokasi melihat GMT. Maklum, selain usianya yang telah mencapai ratusan tahun, kampung ini menyimpan beragam keunikan dan kekayaan budaya yang kental bernuansa melayu.”
Kampung Arab sudah sejak lama menerima kunjungan wisatawan, baik dari Asia, Timur Tengah maupun Eropa seperti Malaysia, Singapura, Yunani, Italia, dan Abu Dhabi. Adanya campur tangan pemerintah membuat segalanya jadi lebih teratur. Jalan lebih bagus, kampung juga tambah cantik dan bersih,” terangnya.

Comments

Komentar