INDONESIAMAGZ.com – Yogyakarta merupakan bagian dari Negara yang sangat luas dengan berbagai suku bangsa yang ada di dalamnya. Keragaman suku bangsa tersebut tentunya membuat banyak ditemukan makanan tradisional Kudapan tradisional juga dibuat dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang segar, bumbu-bumbu alami, dan tidak adanya bahan pengawet.

Di Yogyakarta terdapat salah satu makanan tradisional berbahan dasar singkong, yaitu mie lethek. Disebut mie lethek karena mie yang dihasilkan dari olahan singkong tersebut berwarna keruh atau kusam. Warna kusam pada mie lethek muncul karena singkong yang digunakan untuk membuat mie diolah menjadi gaplek terlebih dahulu sebelum akhirnya dibuat tepung untuk membuat mie. Pada saat pembuatan gaplek inilah singkong menjadi berwarna keruh kecoklatan, sehingga warna mie lethek yang dihasilkan juga menjadi keruh kecoklatan. Warna tersebut sekaligus menjadi jaminan bahwa dalam proses pembuatan mie lethek tidak menggunakan bahan pemutih ataupun bahan pewarna.

Proses pembuatan mie lethek juga sederhana, dimana tidak menggunakan mesin tetapi menggunakan sapi sebagai tenaga penggiling. Dalam prosesnya sapi tersebut akan menarik alat penggiling yang berupa batu silinder seberat 1 ton. Setelah diputar-putar sampai padat, kemudian adonan dipotong-potong berbentuk segi empat dan dimasukkan ke tungku sederhana berbahan kayu bakar. Setelah itu mie dipotong-potong dengan menggunakan alat pres sehingga menghasilkan mie yang berbentuk bulat kecil dan panjang. Proses berikutnya, mie lethek didinginkan selama satu malam lalu diuraikan dan kemudian dijemur dibawah terik matahari hingga kering.

Usaha mie lethek ini dimiliki secara turun-temurun oleh keluarga Yasir Feri Ismatrada, warga Dusun Bendo, Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul. Dalam sehari, Yasir mampu memproduksi sekitar 1,2 ton mie lethek. Hingga saat ini mie lethek banyak dimanfaatkan oleh pengusaha kuliner sebagai bahan dasar utama untuk dijadikan berbagai macam olahan. Hasil olahan yang khas membuat mie lethek ini menjadi salah satu sajian kuliner istimewa di daerah Bantul.

Sumber : visitingjogja.com

Comments

Komentar