INDONESIAMAGZ.com – Berwisata tidak hanya jasmani saja idPeople, rohanipun perlu ‘piknik’ agar kita tidak mendustakan kenikmatan yang diberikan Sang Maha Pencipta ini. Beberapa hari lalu kementrian Pariwisata bekerja sama dengan Yayasan Lautan Tanpa Tepi, Persatuan Jaksa seluruh Indonesia, Pesantren Sirnarasa dan Pesantren Jagat Arsy serta para ihwan TQN Suryalaya seluruh Indonesia menggelar Wisata Religi Dzikir Nasional Manaqib Qubro yang diselenggarakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (21/2).

Dari sekian banyak keanekaragaman wisata di Indonesia, masih ada potensi yang tersembunyi untuk digali, diperkuat dan dioptimalkan yaitu Wisata Religi, ini menjadi pembeda dan ciri khas peradaban bangsa Indonesia. Wisata Religi Dzikir Nasional Manaqib Qubro dalam rangka mendukung program pemerintah dalam membentuk manusia Indonesia seutuhnya untuk mewujudkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan peradaban dunia melalui semangat dan spiritualitas Islam yang penuh kedamaian.

Salah satu wisata religi yang dapat dikembangkan adalah wisata rohani melalui kegiatan dzikir. Dzikir merupakan sebuah aktivitas ibadah dalam umat muslim untuk mengingat Keagungan Allah SWT. Dzikrulloh di antaranya dengan menyebut dan memuji nama Allah yaitu kalimah tauhid “La Illa Ha Illalloh”, dan dzikir adalah satu kewajiban yang tercantum dalam Al-Qur’an.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan bahwa Indonesia mempunyai potensi pariwisata berbasis religi yang sangat lengkap dan diakui dunia. Komposisi populasi berdasarkan pemeluk agama selain membentuk segmen wisatawan berbasis religi, juga akan membentuk karakteristik destinasi wisata ziarah (pilgrimage tourism) berbasis kewilayahan.

Indonesia sendiri mempunyai karakterisktik yang sangat lengkap: dari Islam, Katholik, Kristen, Hindu, Buddha, Khonghucu dan bahkan beragam kepercayaan lokal yang diperkirakan mencapai jumlah 245 kepercayaan. Potensi wisata religi di Indonesia sangatlah besar. Banyak bangunan atau tempat bersejarah yang memiliki arti khusus bagi umat beragama. Selain itu, besarnya jumlah penduduk Indonesia, dimana hampir semuanya adalah umat beragama, merupakan potensi tersendiri bagi berkembangnya wisata religi di Nusantara.

Comments

Komentar