INDONESIAMAGZ.com – Selain Pantai Tanjung Tinggi, Bumi Laskar Pelangi memiliki pantai yang tidak kalah menakjubkan loh idPeople. Pantai yang berciri khas bebatuan granite itu bernama Pantai Tanjung Kelayang di Pulau Belitung. Pantai ini ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Presiden Joko Widodo direncanakan meresmikannya pada 9 Maret 2016 bertepatan dengan peristiwa Gerhana Matahari Total (GMT) yang terjadi di 12 provinsi, termasuk di Pulau Belitung.

“Kita harapkan KEK Pariwisata Tanjung Kelayang ini bisa ditetapkan Presiden Jokowi pada 9 Maret 2016 mendatang, bertepatan momentum GMT yang akan berlangsung serentak melewati 7 kota besar di Indonesia; Tanjung Pandan, Palembang, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Ternate, dan Sofifi,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam seminar bertajuk “Menuju Destinasi Wisata Kelas Dunia: Fenomena Gerhana Matari Total dan Pengembangan Pariwisata,” yang berlangsung di Hotel BW Tanjung Pandan, Belitung, Senin (22/2).

Pengembangan Tanjung Kelayang sebagai KEK Pariwisata dibutuhkan investasi sekira Rp18 triliun yang terdiri dari Rp10 triliun investasi dari pemerintah dan Rp8 triliun berupa investasi swasta. Investasi yang dilakukan pemerintah antara lain menjadi Bandar Udara HAS Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, sebagai bandara internasional. Landasan pacu pesawat di bandara ini akan diperpanjang dari 2.250 meter menjadi 2.800 meter.

Arief Yahya menjelaskan, penetapkan KEK Tanjung Kelayang diproyeksikan akan mendatangkan 500 ribu wisatawan mancanegara (wisman) ke Belitung atau naik 50 kali lipat dari kunjungan wisman tahun 2014. Selain itu, penetapan tersebut akan menopang target pemerintah mendatangkan 20 juta wisman pada 2019, membuka 100 ribu lapangan kerja dan menghasilkan devisa US$ 500 juta atau setara Rp 7 triliun.

KEK Tanjung Kelayang merupakan kawasan pantai berpasir putih berada di pesisir utara Pulau Belitung yang berjarak 30 km dari kota Tanjung Pandan. Kawasan yang memiliki keunikan berupa bongkahan batu-batu granit besar ini telah dibangun fasilitas tambat kapal layar wisata (yacht) dan mulai dimanfaatkan para peserta sail internasional, di antaranya Sail Indonesia yang berlangsung pada Mare ttahun 2015 yang lalu.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, pemerintah telah menetapkan pembangungan 10 destinasi wisata prioritas; Borobudur, Mandalika, Labuhan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan Seribu, Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Kelayang sebagai trobosan dalam mengembangkan destinasi yang memiliki daya saing global tinggi.

“Kita harapkan dari pembangunan 10 destinasi prioritas ini akan diperoleh 8,5 juta wisman. Pembangunan fasilitas labuh yacht tersebut merupakan bagian dari program percepatan akselerasi dalam rangka mencapai target 20 juta wisman pada 2019 mendatang,” kata Arief Yahya.

Pemerintah telah menetapkan sektor pariwisata sebagai penghasil devisa utama dan menggantikan posisi sektor minyak dan gas bumi, batubara, dan kelapa sawit yang cendrung mengalami penurunan. Oleh karena itu, pariwisata terus dipicu agar tumbuh dua kali lipat pada lima tahun ke depan dengan target; memberikan kontribusi pada PDB nasional sebesar 8%, devisa yang dihasilkan sebesar Rp 240 triliun, menciptakan 13 juta lapangan kerja, kunjungan wisman sebanyak 20 juta wisman, dan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 275 juta, serta indeks daya saing pariwisata Indonesia akan berada di ranking 30 dunia.

Sementara itu, fenomena spektakuler Gerhana Matahari sendiri diprediksi menciptakan pergerakan wisatawan nusantara, bahkan meningkatkan angka jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Diperkirakan terdapat pergerakan sebesar 5 juta wisatawan nusantara di sejumlah jalur Gerhana Matahari (GM), dan akan terjadi 50 ribu pergerakan wisatawan nusantara di 12 wilayah yang terkena Gerhana Matahari Total (GMT).

Comments

Komentar