INDONESIAMAGZ.com – Nicodemus Tenis, mungkin masih asing bagi idPeople. Nico, sapaannya, pemain alat musik sasando yang memiliki pengalaman segudang di kancah nasional maupun internasional. Berbagai negara telah dikunjungi untuk mengenalkan sasando. Bahkan sasando andalannya di simpan Ratu Sofia untuk di abadikan di Museum Musik Etnik di Spanyol. “Pengalaman memainkan sasando di hadapan Ratu Sofia menjadi hal yang tidak terlupakan,” tutur pria kelahiran Kupang itu.

Suara sasando yang merdu serta eksotis menjadi daya tarik tersendiri. Agar bisa fasih bermain sasando idPeople memerlukan keuletan dan ketekunan. Sasando alat musik unik, suara yang dikeluarkan dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi setiap orang yang mendengarkan. Disamping itu, karakter seseorang bisa tergambar ketika memetik alat musik asal pulau Rote itu. “Saya bisa membaca karakter seseorang ketika mereka memainkan sasando,” ungkapnya.

Bagi Nico, melestarikan alat musik tradisional khususnya sasando yang kini mulai punah menjadi misi tersendiri. Beragam cara dilakukan guna menjaga eksistensi alat musik yang dikenal masyarakat Nusa Tenggara Timur sejak abad ke 7 itu. Nico berniat mengakrabkan alat petik berdaun lontar itu kepada semua orang. “Selain mengajarkan kursus saya juga memproduksi sasando di rumah,” terang pemilik sasandonicodemus.blogspot.com.

Guna melestarikan budaya asli Indonesia, peran serta pemerintah sangat diperlukan. Jangan sampai kebudayaan sendiri lebih dihargai oleh bangsa lain. Di daerah asalnya Nusa Tenggara Timur alat musik sasando nyaris punah. Untuk itu, dibutuhkan peran serta dari segala lini untuk dapat membantu melestarikannya. “Saya ingin sasando bisa terus eksis dan dikenal sampai anak cucu,” tutupnya.

Comments

Komentar