INDONESIAMAGZ.com – Festival Bau Nyale dihelat di Lombok, digelar 22-29 Februari 2016 dimana salah satu rangkaian acaranya menghadirkan atraksi ketangkasan peresean. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari pada 23-26 Februari 2016 dengan mengambil tempat di Pantai Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).

Tradisi Peresan banyak diminati wisatawan, bahkan mereka tertarik untuk mencobanya langsung. Mereka bertelanjang tak ragu menggunakan rotan untuk adu pukul dengan lawannya dimana tentunya masing-masing diperlengkapi perisai yang terbuat dari kulit kerbau tebal.

“Banyak bule yang tertantang untuk ambil bagian memeriahkan Peresean. Semua happy meski setelah itu badannya memar,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, Moh. Faozal, Rabu (24/2).

Dari paparan Faozal, wisman yang ambil bagian ini datang dari berbagai negara. Ada yang dari Kanada, Selandia Baru, Australia hingga Inggris. Semua bangga saat didandani pepadu (sebutan untuk petarung peresean).

“Sebelum bertanding wisatawan yang hadir juga ikut berjoget. Saat gending ditabuh makin kencang, gerakan-gerakan menari mereka mirip Pepadu yang sedang saling mengejek. Atraksinya ini banyak mengundang perhatian yang ada di Pantai Kuta,” tambahnya.

Walaupun penuh dengan unsur kekerasan, peresean tetap akan dilestarikan Pemprov NTB. Alasannya simpel. Di balik kekerasan tadi, ada tujuan untuk silaturahmi, persahabatan dan sportifitas. Para pepadu tidak menaruh dendam di luar pertarungan karena filosofi dari tradisi ini yaitu bukan mencari lawan, melainkan mencari teman atau saudara.

“Ini jadi daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan. Kegiatan-kegiatan seni dan budaya seperti ini, akan dilaksanakan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Peresean kali ini, kata Faozal, sengaja dipusatkan di Pantai Kuta atau yang di masyarakat sekitar dikenal dengan Pantai Senek untuk memperluas lokasi keramaian Bau Nyale. Selama ini hanya digelar di Pantai Seger. Lokasi yang terbatas, akhirnya penonton pun cukup kerepotan menyaksikan.

Sementara di Pantai Kuta, tempatnya lebih luas. Wisatawan yang menginap bisa langsung menonton. Cukup jalan kaki. Wisatawan mancanegara maupun nusantara yang kebetulan liburan ke Pantai Kuta juga bisa menyaksikan.

“Ini yang kita harapkan, wisatawan terhibur dan merasakan peresean. Dan yang lebih penting lagi, hotel-hotel penuh, pariwisatanya pun hidup,” papar Faozal.

Menpar Arief Yahya menyebut Lombok kaya akan tradisi dan budaya yang kuat. Lombok juga sudah ditetapkan sebagai satu dari 10 Top Destinasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai icon. Atraksinya juga banyak, selain alam yang indah, pasir putih, laut jernih dan biru, terumbu karang yang bagus, ada gunung, ada hutan tropis.

‘’Dan ada tradisi Bau Nyale yang punya legenda yang dipercaya kuat di masyarakat, dan terkait dengan nama Putri Mandalika. Ingat, wisman datang ke Indonesia itu 60% karena culture, 35% karena nature, dan 5% alasan man made,’’ paparnya.

Sumber : indonesia.travel

Comments

Komentar