Palembang, INDONESIAMAGZ.com – Kalo bilang Pelembang hanya punya Mpek-Mpek, Jembatan Ampera, Pindang dan Sungai Musi itu salah besar idPeople. Karena berdasarkan hasil pandangan mata Indonesiamagz.com Palembang juga punya warisan kuliner bernama ‘Martabak HAR’ meskipun kudapan ini bukan hasil karya putra asli daerah Palembang.

HAR sendiri merupakan singkatan atau inisial nama dari pemilik tokoh martabak waralaba tersebut yaitu Haji Abdul Rozak. Haji Abdul Rozak adalah saudagar Palembang keturunan India yang menikah dengan perempuan Palembang, kediaman Haji Abdul Rozak masih dapat anda lihat persis di sebelah Hotel Jayakarta Daira tepatnya dipinggir jalan Jendral Sudirman, Haji Abdul Rozak sendiri sudah lama wafat (tahun 2001) namun martabak yang dijualnya sampai sekarang tetap jaya dan menjadi idola wong Palembang maupun para pelancong yang sedang berkunjung ke Palembang.

Apabila dilihat secara tekstur Martabak HAR tampak tidak berbeda dengan martabak dari India apalagi martabak HAR memakai kuah kari yang merupakan kuah khas yang berasal dari Negara Bollywood India, namun saat anda memakannya barulah anda dapat mengetahui perbedaannya di mana martabak HAR memiliki kuah kari yang tidak terlalu kental, aroma yang tidak terlalu menyengat dan rasa yang tidak terlalu kuat seperti kuah kari asli India. Kuah kari martabak HAR dapat dikatakan suatu modifikasi dari kuah kari asli India yang disesuaikan dengan lidah orang Indonesia khususnya wong Palembang, bisa dikatakan inilah kuah kari asli Palembang.

Sedangkan untuk kulit martabak HAR juga terlihat tidak jauh berbeda dengan kulit martabak khas India lainnya, akan tetapi di dalam lapisan kulit martabak tersebut anda akan menemui telur di dalamnya sangat sederhana bukan, ini sangat berbeda dengan martabak India di mana di dalam kulit martabak terdapat isian yang lebih beraneka ragam dengan daging sebagai andalannya.

Isian di dalam martabak yang sangat sederhana di mana hanya diisi 2 butir telur (ayam/bebek) tidak mengurangi kegurihan dan nikmatnya martabak ini bahkan menjadi suatu ciri khas tersendiri dari martabak HAR, hanya martabak HAR sajalah yang di dalam kulit martabaknya yang krispi terdapat telur, mungkin sebagian orang akan langsung menyangkal dengan berkata martabak telor Jakarta juga memakai telur di dalamnya, namun martabak telor Jakarta tidak di makan bersama dengan kuah kari khas Palembang yang di dalam karinya terdapat irisan kentang dan daging kambing serta ditambah pula kuah cuka berasa asam dengan irisan kecil cabe rawit sebagai penambah cita rasa bagi yang suka sensasi rasa pedas-pedas masam, sungguh sensasi demikian hanya dan sangat khas dari martabak HAR Palembang.

Comments

Komentar