INDONESIAMAGZ.com – Teater Koma kembali mengangkat Semar Gugat ke panggung pertunjukan. Pementasan Semar Gugat digelar di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru. idPeople dapat menikmati pertunjukkan mulai dari 3 Maret hingga 10 Maret 2016. Pentas hari Senin s.d. Sabtu dimulai pukul 19.30 WIB, sedangkan pentas hari Minggu diadakan pukul 13.30 WIB.

Semar Gugat pernah dipentaskan di tahun 1995, sang penulis, N. Riantiarno mendapat penghargaan South East Asia Writers tahun 1998 di Thailand yang diserahkan oleh putra mahkota Thailand, Pangeran Maha Vajiralongkorn.

Semar Gugat bercerita tentang Kerajaan Amarta sedang geger. Dikarenakan, Srikandi meminta mas kawin yang tak wajar kepada sang calon suami, Arjuna. Saat pesta pernikahan nanti, Arjuna harus memotong kuncung Semar untuk dihadiahkan kepada Srikandi. Hal ini tentu saja merupakan penghinaan besar bagi Semar dan keluarganya. Padahal, hal itu merupakan ulah Betari Permoni yang merasuk ke dalam tubuh Srikandi untuk bisa bermesraan dengan Arjuna.

Akhirnya Semar pergi ke Khayangan, meminta dikembalikan jadi wujudnya yang rupawan. Kemudian, menjadi raja Simpang Buwana Nuranitis Asri, dengan gelar Prabu Sanggadonya Lukanurani. Tak lama, dia memutuskan untuk menantang Arjuna dan Srikandi adu sakti. Mampukah Semar menghadapi kesaktian Arjuna, Srikandi serta Betari Permoni?

“Lakon Semar Gugat menjadi sarana untuk menyampaikan kritik sosial yang kerap terjadi di masyarakat. Dikemas dengan kreatif sehingga menampilkan pertunjukan yang menarik dan tentunya menghibur penonton yang hadir,” tutur Nano Riantiarno, sang sutradara pementasan Semar Gugat.

Aksi panggung Teater Koma diramaikan oleh penampilan Budi Ros sebagai Semar, didukung oleh Dorias Pribadi, Rita Matu Mona, Emanuel Handojo, Asmin Timbil, Raheli Dharmawan, Alex Fatahillah serta Daisy Lantang. Tidak ketinggalan pula Cornelia Agatha, Tuti Hartati Dwi, Dana Hassan, Bayu Dharmawan Saleh, Andhini Puteri Lestari, Ina Kaka, Angga Yasti, Julung Ramadan, Bangkit Sanjaya serta Rangga Riantiarno.

Penataan gerak dipercayakan kepada Sentot S. yang juga menangani koreografi “Semar Gugat” tahun 1995. Tata busana digarap oleh Rima Ananda Omar. Komposisi lagu karya Idrus Madani diaransemen oleh Fero A. Stefanus. Skenografi dirancang oleh Taufan S. Chandranegara. Pengarah teknik Tinton Prianggoro berkoordinasi dengan pimpinan panggung Bayu Dharmawan Saleh. Semua dikomandoi oleh co-sutradara Ohan Adiputra dan sutradara N. Riantiarno.

Selain mendukung pertunjukan, Djarum Apresiasi Budaya juga berpartisipasi dalam program apresiasi seni pertunjukan Teater Koma, yaitu sebuah program yang bertujuan untuk mengajak guru, mahasiswa, dan perwakilan pekerja seni teater di Jakarta untuk menonton pertunjukan Teater Koma. Program ini memberikan ruang apresiasi bagi masyarakat terutama yang belum pernah menonton karya Teater Koma sebelumnya, sehingga menemukan referensi mengenai sajian artistik serta konsep dramaturgi yang detil dari karya Teater Koma.

 

Comments

Komentar