INDONESIAMAGZ.com – Bila idPeople ke kota tua, Museum Fatahillah pasti takkan luput dari pandangan. Bangunan peninggalan Belanda ini memiliki penjara bawah tanah. Dulunya digunakan untuk memenjarakan orang-orang yang tidak bisa melunasi utang, tahanan politik malahan ada Pahlawan nasional yang pernah di penjara. Cut Nyak Dien, Untung Suropati dan Pangeran Diponegoro pernah merasakan pelayanan penjara yang dimiliki meneer Belanda itu.

Penjara bawah tanah yang tidak manusiawi, penjara wanita dibuat dengan tinggi 1 meter, sedangkan penjara pria tingginya sekitar 170 meter dengan lebar 3 meter. Satu ruangan bisa dipenuhi 40 sampai 50 orang. Kejamnya lagi para tahanan dibiarkan begitu saja tanpa diberi makanan serta minuman selama berhari-hari. Buang air kecil, air besar tetap di dalam. Kaki tahanan di rantai dengan bola-bola baja yang beratnya mencapaiĀ  50 sampai 70 kg. Tidak sedikit tahanan yang meninggal sebelum diadili, sebagian besar meninggal karena terkena penyakit, seperti tifus, kolera dan disentri.

Kekejaman itu meninggalkan kisah mistis yang melegenda di museum Fatahillah. Ruang penjara sudah berdiri sekitar 300 tahun lebih itu, bernama Donker Gat yang memiliki arti ruang gelap. Tak mengherankan jika nuansa mistis mulai dari suara-suara aneh, bau anyir dan amis darah sampai ke penampakan hantu kadang ditemui para penjaga. Konon, ada penampakan sosok bayangan hitam dan juga penampakan tiga hantu berwujud anak kecil yang sudah tidak karuan.

Comments

Komentar