JAKARTA – Gerhana Matahari Total (GMT) rupanya menjadi magnit yang luar biasa. Bukan hanya wisatawan mancanegara (wisman) yang memadati 12 titik pantau Gerhana itu, tetapi juga para wisatawan nusantara (wisnus). Orang Jakarta yang ingin menjadi saksi sejarah pun akhirnya berduyun-duyun menuju ke Tanjung Priok, naik kapal Pelni, 8 Maret 2016 dan dilepas Menko Rizal Ramli.

Pejabat Kemenpar yang hadir adalah Sesmenpar Ukus Kuswara, Dirut Pelni, Plt Dirut Pelindo II, Para Pejabat Eselon I K/L Pariwisata, Perhubungan, ESDM, KKP dan K/L lain serta dari Kemenko Maritim. Menurut Pimpinan PT Pelni Sub Cabang Tanjungpandan, Andri Zarni, kapal ini berlayar dan merapat ke Belitung dengan tagline perjalanan Ekspedisi Maritim GMT 2016.

Rencananya kapal tersebut mendarat di Pelabuhan Tanjung Pandan. Kapal tersebut digunakan keluarga Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya, jumlah penumpangnya sekitar 1.100 orang. ”Rombongan kapal nanti akan menyaksikan momen GMT di sekitar Pelabuhan Tanjungbatu. KM Kelud memiliki kapasitas 2000 penumpang. Sementara selama ini kapal Pelni yang masuk Belitung adalah KM Lawit yang berkapasitas 1000 penumpang,” katanya.

KM Kelud sebenarnya adalah kapal percontohan dari PT Pelni. Kapal ini dilengkapi beragam fasilitas, diantaranya fasilitas bermain, minigym dan segala macam. KM Kelud memiliki panjang 150 meter lebih. “Setelah bersandar mereka akan menikmati indahnya Belitung dan GMT di Belitung. Kejadian yang sangat langka,” katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli menegaskan bahwa perjalanan Ekspedisi Maritim merupakan perjalanan bersejarah untuk memulai bangsa Indonesia sebagai bangsa pemenang di bidang kemaritiman.”Perjalanan ini adalah perjalanan bersejarah untuk memulai sebagai pemenang,” tegasnya saat melepas 1.025 peserta Ekspedisi Maritim menuju Belitung untuk menyaksikan Gerhana Matahari Total (GMT) 2016, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/3).

Dihadapan peserta ekspedisi, yang mayoritas adalah pelajar sekolah menengah atas (SMA), Rizal membuka kembali memori perjalanan bangsa Indonesia yang pernah jaya saat Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit, menguasai kemaritiman Nusantara hingga ke wilayah Thailand dan Malaysia.

Di abad 21 ini, adalah kejayaan bangsa Asia di bidang kemaritiman. Untuk itu, Rizal mengajak para pelajar dan peserta Ekspedisi Maritim untuk mulai mencintai laut dan bersemangat menuju Indonesia sebagai negara maritim yang kuat. Sementara itu dalam kesempatan yang sama, penanggung jawab Ekspedisi Maritim, Syafri Burhaduni menjelaskan, dalam perjalanan menuju Belitung menggunakan Kapal Pelni KM Kelud, peserta pelajar berjumlah 515 siswa sekolah menengah atas dari 30 sekolah unggulan se-Jabodetabek. “Selain pelajar, kita juga melibatkan 125 perwakilan media, dan ratusan peserta lainnya dari praktisi, mahasiswa, peneliti astronomi dan pihak lainnya,” tukas Syafri.

Para peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan sebelum menyaksikan GMT di KM Kelud. Antara lain Seminar Pemuda Bahari, Diskusi Pakar dan Berwisata Edukasi di Perairan Belitung. Menpar Arief Yahya menjelaskan semua hotel di Belitung dan Palu memang habis sejak minggu lalu. Karena itu ada 5 cruise atau kapal pesiar asing yang menjadi hotel apung di sana.

Comments

Komentar