INDONESIAMAGZ.com
Wonderful Indonesia membumbung di jantung pusat pemerintahan Malaysia tepatnya di Monumen Alaf Baru, Putrajaya dalam perhelatan Putrajaya International Hot Air Balloon Fiesta (PIHABF) 2016. Balon udara Wonderful Indonesia terlihat elegan terbang di udara ditemani beberapa balon warna-warni berukuran lebih kecil serta paviliun yang menampilkan konsep budaya Minangkabau.

PIHABF tahun ini melibatkan 20 pilot balon udara dari 10 negara. Beberapa negara yang turut serta adalah Inggris, Thailand, Spanyol, Perancis, Belanda, Belgia, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Malaysia. Pengunjung yang hadir dalam festival ini gratis dan dibuka sejak pukul 07.00 setiap hari. Selain pertunjukan balon udara, PIHABF juga menghadirkan Night Glow berupa pesta kembang api dan pentas musik.

Putrajaya sendiri merupakan kawasan pusat administrasi yang dipersiapkan untuk menggantikan posisi Kuala Lumpur. Kota modern dengan banyak gedung pemerintahan tersebut banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai negara. Oleh karena itu, kehadiran balon udara Wonderful Indonesia di PIHABF diharapkan mampu mempromosikan pariwisata Indonesia kepada wisatawan yang datang dari berbagai negara ke acara tersebut.

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara, Rizki Handayani mengutarakan bahwa pengunjung yang menonton parade balon udara ini diperkirakan lebih dari 300 ribu orang. Tahun ini akan lebih dahsyat karena akan disisipi night glow, parade cahaya dari balon yang dipanaskan. Atraksinya akan terlihat seperti kembang api.

“Tahun lalu ada 12 ribu gambar yang diunggah ke instagram. Sekitar tiga juta pasang mata membaca beritanya di media massa. Ini peluang besar untuk memasarkan destinasi-destinasi wisata Indonesia,” ungkap Rizki.

Paviliun Wonderful Indonesia dibangun dengan konsep tradisional Minangkabau. Keunikan dan kemahsyuran gaya rumah gadang akan menjadi tema arsitektur paviliun. Konsep ini untuk mendekatkan pandangan dan persepsi mengingat banyak orang Minang yang migrasi ke Negeri Sembilan, Johor Baru dan bagian lain di wilayah Malaysia.

Tema Minangkabau, juga dapat menjadikan wawasan bagi penduduk Malaysia mengenai asal budaya Minang. “Temanya Pop of Paradise”. Di balon udara akan terpampang brand Wonderful Indonesia. Sementara di darat, kami akan menyajikan konser musik, pertunjukan tari, pameran destinasi wisata serta promosi makanan, minuman dan produk,” ungkap Rizki.

Paviliun Wonderful Indonesia menampilkan beragam atraksi menarik seperti pertunjukan musik, atraksi budaya, leisure pop activity (cosplay, sinema, digital photo interactive, coloring wall), pameran, talkshow & workshop, sport dan kuliner. Selling point-nya akan diberi tajuk “Kuliner, Lifestyle, Destination & Airlines”. Untuk kulinernya mefasilitasi Indofood, Bumbu Desa dan Sosro. Lifestye melibatkan Eiger, Consina, Zoya, Shafira dan Sarinah. Sementara destination diserahkan ke Garuda Indonesia, AirAsia, Lion Air, Jatim Park, Museum Angkut, Taman Safari dan Taman Matahari.

Selain itu, hadir juga artis-artis populer Indonesia seperti Soul ID, DJ Deena dan Ihsan Tarore (Indonesian Idol), juga penampil atraksi menarik seperti Saman Merah Putih Club of Limkokwing University, Kuda Lumping-Turonggo Yakso Sekar Wangi, Malang Fashion Carnival. Soul ID dan DJ Deena tidak hanya tampil di Indonesia Pavilion tapi juga di main stage PIHAB 2016.

Melalui PIHABF 2016, Indonesia ingin menunjukan bahwa Nusantara kaya dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia dan akan terus bergerak dinamis serta siap menyambut wisatawan yang ingin menikmati petualangan seru. Acara tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Pariwisata RI dan Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia untuk mempromosikan pariwisata Indonesia ke masyarakat Malaysia dan wisman dunia yang sedang berkunjung ke Malaysia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, Malaysia itu ibarat “benci tapi rindu” bagi Kemenpar. Di satu sisi, ada persaingan sebagai sesama negara ASEAN yang punya geografis yang berdampingan. Di sisi lain, mereka adalah pasar potensial yang memiliki kedekatan hubungan dan cultural. “Jadi kita sparing partner yang saling bersaing sehat, untuk mendapatkan jumlah wisman tetapi juga sama-sama membutuhkan dari sisi market,” ungkapnya.

Malaysia punya potensi pasar yang besar. Pertama, dekat secara geografis, terutama di Kalimantan Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timir dan Batam Bintan. Kedua, sama-sama satu rumpun Melayu, yang bahasa dan budayanya mirip. Ketiga, daya beli pariwisata mereka cukup tinggi. “Bertahun-tahun Malaysia nomor dua, setelah Singapura, wisman yang ke Indonesia,” tambah Menpar.

Sumber : Indonesia.travel

Comments

Komentar