INDONESIAMAGZ.com, BATAM – idPeople ternyata belum banyak yang tahu, Laksamana Cheng Hoo dalam ekspedisinya di Nusantara sempat singgah di Batam, Kepulauan Riau. Batam menjadi Jejak ekpansi Laksamana muslim keturunan Tionghoa yang berasal dari provinsi Yunnan itu, satu dari 9 titik Jalur Samudera yang dilewati Panglima asal Negeri Tiongkok itu.

Dalam tujuh ekspedisi pelayarannya, Laksamana Cheng Hoo mengunjungi Sumatera dan Pulau Jawa sebanyak enam kali. Di Batam, Laksamana Cheng Hoo singgah di Bengkong Laut menjadi lokasi yang dipilih untuk Jalur Samudera Cheng Hoo.

Untuk melengkapi jalur pelayarannya di Batam, dibangunlah sebuah masjid berornamen khas Tiongkok yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi bersandarnya kapal Golden Cheng Hoo II. Masjid unik ini kemudian dinamakan Masjid Muhammad Cheng Hoo. Masjid ini terletak di kawasan Golden City, Bengkong Laut, Batam

Masjid Laksamana Tiongkok ini diresmikan Menko Kemaritiman saat Dwisuryo Indroyono Soesilo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya pada 21 Februari 2015 silam.

Di setiap titik itu, jejak Laksamana Cheng Hoo yang juga dikenal dengan nama Sam Po Kong, ditandai dengan berdirinya sebuah masjid. Laksamana Cheng Ho yang berasal dari bangsa Hui, salah satu suku minoritas di Tionghoa, memang merupakan seorang Muslim.

Di Batam, Masjid Muhammad Cheng Ho dibangun di areal seluas 80 x 80 meter, dengan luas masjid 20 x 20 meter dan berkapasitas 180 jemaah. Masjid ini didominasi warna merah dan keemasan, kapal sepanjang 30 meter dan lebar 8 meter dengan ornamen-ornamen khas Tiongkok itu terlihat mencolok di salah satu sudut Golden City. Relief besar berbentuk naga berwarna emas di bagian depan memberi kesan mewah pada kapal yang dibuat pada 1991 di Tiongkok ini.

Comments

Komentar