INDONESIAMAGZ.com – The Resonanz Music Studio didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation menghadirkan sebuah pertunjukan berkualitas kelas dunia di Indonesia, yaitu opera klasik Carmen karya komposer Perancis, Georges Bizet. Opera 4 babak ini menceritakan kisah tragis perebutan hati wanita Gipsi ini pertama kali dipentaskan di Paris pada tahun 1875. Habanera dan Toreador Song merupakan bagian aria (nyanyian tunggal) yang paling terkenal dari seluruh aria yang ada dalam opera.

Di bawah pimpinan Avip Priatna, The Resonanz Music Studio mengangkat kisah ini sesuai dengan naskah aslinya ke atas panggung yang diarahkan oleh Jos Groenier, sutradara asal Belanda. Pementasan yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan 20 tahun Batavia Madrigal Singers ini menghadirkan Happy Salma sebagai penutur cerita dan penampilan istimewa para solois andalan Indonesia, seperti Heny Janawati, Farman Purnama, Harland Hutabarat, Birgitta Sisca, Rainier Revireino, Hari Santosa, Fitri Muliati, Valentina Aman, Alvin Tobing dan Renno Krisna.

“Keinginan saya untuk menampilkan opera di panggung sudah sejak lama ada di benak saya sejak sepuluh tahun yang lalu. Dalam kurun waktu itu, saya mencari opera mana yang menarik dan belum pernah ditampilkan di Indonesia secara menyeluruh sesuai dengan naskah asli dan kualitas Eropa yang merupakan asal mula dan berkembangnya opera. Setelah berdiskusi dengan banyak orang dan melihat perkembangan seni musik klasik di Indonesia, saya tertarik mengangkat Carmen dan menyajikannya sebagai tontonan yang tidak hanya menarik dan indah, namun juga mengedukasi masyarakat mengenai opera,” ujar Avip Priatna, Direktur The Resonanz Musik Studio.

Opera ini juga melibatkan koor dalam jumlah besar yaitu Batavia Madrigal Singers dan The Resonanz Children’s Choir, yang kerap memperoleh penghargaan tinggi di kompetisi paduan suara internasional. Penampilan para generasi muda bersuara emas ini akan dilengkapi dengan iringan musik Jakarta Concert Orchestra dan tatanan multimedia, suara dan cahaya yang melibatkan Taba Sanchabachtiar, Sadat Effendy dan Iwan Hutapea.

Comments

Komentar