INDONESIAMAGZ.com – Menpar Arief Yahya menegaskan kepada Gubernur NTT Frans Lebu Raya akan pentingnya membuat event internasional seperti Tour de Flores 2016. Ini adalah cara yang paling cepat dan mudah untuk memperkenalkan Pariwisata Flores ke seluruh penjuru dunia. “Media sosial sudah menggemakan TDF 2016 ini menyebar ke secara luas,” kata Arief Yahya.

Begitu NTT dijadikan satu dari 10 top destinasi prioritas, maka semua harus dibuat standar internasional. Bandaranya akan dibangun internasional. Atraksinya sudah berkelas dunia. SDM nya pun harus disertifikasi internasional. “Event nya pun harus berkelas dunia,” jelas Arief Yahya menjelang peneriman etape terakhir Tour de Flores.

Dijelaskan Arief Yahya, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, sedang menjadi sorotan dunia. Sejak digulirkan 19 Mei silam, Tour de Flores sudah digunjingkan 131 juta netizen di jagad maya. Twitter ramai, instagram heboh, Facebook juga ikut disapa topic Tour de Flores. Semua ramai memperbincangkan alam Larantuka, Maumere, Ende, Danau tiga warna, Ruteng dan Labuan Bajo yang berpanorama eksotis.

Meski persiapannya mepet dan baru dilaksanakan pada akhir 2015, para peserta asing tetap antusias mengikuti ajang balap sepeda berkala 2.2 itu. Hanya akomodasi saja yang masih menjadi PR pihak penyelanggara. “Banyak peserta perlombaan yang tidak mendapatkan hotel untuk menginap. Mereka terpaksa beristirahat di rumah-rumah khalwat yang dikelola oleh para biarawati Katolik.” papar Wundu.

Didin Junaidi, Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia, ikut angkat suara. Ramainya perbincangan di dunia maya, menurutnya, merupakan cerminan keberhasilan gelaran suatau even. Bagi Didin, ini merupakan sarana yang penting untuk mempromosikan wisata di suatu kawasan. Ajang seperti itu, diyakini punya potensi menarik wisatawan, baik dari para peserta, maupun wisatawan lain.

“Ada kemungkinan mereka-mereka yang mengikuti lomba akan datang secara individual. Peluang ini yang harus ditangkap pemerintah daerah serta sektor swasta di sana,” ujarnya.

Dia mengatakan tantangan terbesar pemerintah daerah di lokasi pelaksanaan sport tourism adalah mengemas suatu atraksi wisata yang melibatkan masyarakat lokal. Utamanya kelompok-kelompok usaha kecil hingga sektor pariwisata ini mampu memberi manfaat ekonomi.

Comments

Komentar