INDONESIAMAGZ.com – Pulau Bali sukses mengulang prestasinya menghelat event International Hash House Harriers (Interhash) 2016 yang berlangsung pada 19-22 Mei 2016 dengan melintasi lima kabupaten dan kota di Bali, yaitu Badung, Denpasar, Tabanan, Gianyar, dan Bangli. Lebih dari 6.000 wisatawan mancanegara (wisman) dari 75 negara mengikuti International Hash House Harriers (Interhash) 2016 di Bali. Merangkai Run Site Interhash juga diadakan Red Dress Run di Sanur dan Ball Breaker Run di Lapangan Petang, Badung.

Setidaknya 10 tujuan wisata di Bali menjadi lokasi run race Bali InterHash 2016 dimana meliputi tiga macam rute dengan terpendek 5 kilometer, menengah 7 hingga 10 kilometer, serta satu jalur super long 25 kilometer. Berikut rute dalam Bali InterHash 2016.

  1. Pulau Serangan, Denpasar. Rute pendek 5,9 kilometer; rute sedang 7,8 km; rute jauh 9,8 km
  2. Lapangan Tembak, Sembung, Tabanan. Rute pendek 5,4 km; rute sedang 8,13 km; rute jauh 9,7 km
  3. Margarana, Tabanan. Rute pendek 5,7 km; rute sedang 7,7 km; rute jauh 9,7 km
  4. Goa Gajah, Gianyar. Rute pendek 5,4 km; rute sedang 8,12 km; rute jauh 9,7 km
  5. Sangeh, Badung Utara. Rute pendek 5 km; rute sedang 7,1 km; rute jauh 9 km
  6. Tapak Siring, Gianyar. Rute pendek 4,5 km; rute sedang 8,73 km; rute jauh 9,9 km
  7. Plaga, Badung Utara. Rute pendek 5,5 km; rute sedang 8,35 km; rute jauh 9,0 km
  8. Baturiti, Tabanan. Rute pendek 4,5 km; rute sedang 8,17 km; rute jauh 9,68 km
  9. Goa Lawah, Klungkung. Rute pendek 5,1 km; rute sedang 8,20 km; rute jauh 9,4 km
  10. Pura Kehen, Bangli. Rute pendek 5,5 km; rute sedang 7,6 km; rute jauh 9,3 km.

Peserta Bali InterHash bebas memilih lokasi dan jenis rute lari masing-masing dimana panitia menyiapkan seratus lebih bus mengangkut hingga 6.000 peserta dari Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur pukul 10.00 Wita dan memulai lari lintas alam pukul 13.00 Wita.

Bali sendiri menjadi tuan rumah setelah bersaing dengan Korea Selatan, Fiji, juga Hainan, Cina. Bagi Indonesia ini adalah keempat kalinya menjadi tuan rumah setelah acara serupa digelar di Jakarta (1982), Bali (1988), dan Magelang (2012). Internasional Hash House Harriers (Interhash) rutin digelar setiap dua tahun sekali dengan skala internasional dan lokasinya berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain. Siapa yang menjadi tuan rumah ditentukan lewat bidding tahun lalu di Tiongkok, dan Bali memenangkan bidding tersebut.

Keberhasilan Bali menjadi tuan rumah interhash memberikan dampak bertambahnya kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata tersebut. Pemerintah Provinsi Bali tahun ini menargetkan 4,4 juta wisman berkunjung ke Pulau Dewata. Angka tersebut meningkat dari 2015 yang mencapai 4 juta wisman. Tahun lalu, wisman asal Australia masih mendominasi kunjungan ke Bali, mencapai 965.330 orang, disusul Tiongkok 687.633 orang, Jepang 228.035 orang, Malaysia 190.317 orang, dan Inggris 167.527 orang.

Interhash merupakan olahraga lintas alam yang memadukan kegiatan lari, susur sungai, hingga lintas gunung. Olahraga melahirkan komunitas pencinta alam (hasher) yang beranggotakan lebih dari 100 negara di dunia dan sudah diselenggarakan sejak 1978. Tahun ini adalah penyelenggaraan ke-21 dan diikuti pehobi lari lintas alam dari 100 negara.

Olahraga hash dipopulerkan oleh tentara Inggris di Malaka ketika Inggris menjajah Malaysia pada 1930-an. Ketika itu serdadu-serdadu Inggris memanfaatkan lebatnya hutan Malaysia untuk kegiatan mencari jejak. Olahraga hash pun terbawa ke Inggris dan Eropa. Awalnya hash yang mirip olahraga militer namun kemudian berubah menjadi hiburan dan terbentuklah klub hash pertama di dunia bernama MotherHash. Pelaku olahraga hash tak dilarang meminum alkohol ketika berlari. Bahkan, tak ada aturan pakaian dan sepatu untuk atlet hash. Unsur kebebasan dan keceriaan menjadi daya tarik di berbagai negara menjajal olahraga hash.

Sumber : indonesia.travel

Comments

Komentar