INDONESIAMAGZ.com – Pariwisata Indonesia kembali meraih prestasi membanggakan dengan terpilihnya Nihiwatu, Sumba sebagai hotel terbaik dunia lewat ajang “World Best Awards” yang dilansir Majalah Travel + Leisure. Nihiwatu meraih skor tertinggi 98.35, mengalahkan hotel –hotel bertaraf internasional lainnya, seperti The Spectactor di Charleston, South Carolina (97.78) dan Huka Lodge di Taupe, New Zealand (97.65).

Selain Nihiwatu, The St. Regis Bali Resort, Nusa Dua, Bali juga memasukan Indonesia ke peringkat 35 hotel terbaik dunia dengan skor 96.22. Sementara itu beberapa negara ASEAN lain juga behasil masuk ke-100 list Hotel Terbaik Dunia versi Majalah Travel + Leisure seperti, Thailand dan Vietnam. Thailnda berhasil meraih peringkat 37 untuk 137 Pillars House(96.00), peringkat 66 untuk Four Seasons Resort (95.33), dan peringkat 72 untuk Four Season Tented Camp Golden Triangle 95.17). Sedangkan, Vietnam berhasil meraih peringkat 51 untuk The Nam Hai (95.63).

Resor yang terletak di Desa Hobawawi, Wanukaka, Sumba Barat, Nusa Tenggara Barat ini terpilih karena menjadi sebuah destinasi dimana petualangan aktif dan kemewahan mutlak dipadukan dengan serasi bersama dengan unsur-unsur budaya lokal, di sebuah lingkungan yang eksotis dan otentik.
“Dilihat dari daftar pemenang, trend pariwisata saat ini menuju ke ecotourism yang melestarikan budaya lokal. Sebetulnya, di Indonesia banyak hotel yang menerapkan konsep ini. Saya bangga Nihiwatu menjadi contoh sukses ecotourism yang saat ini kita coba terapkan di Indonesia,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam jumpa pers di Balairung Soesilo Soedarman, Senin (18/7).

Nihiwatu memiliki vila tiga kamar berbentuk rumah pohon, terletak di atas tebing, menghadap langsung Samudera Hindia. Selain itu, ada lebih dari 33 akomodasi vila dengan kolam renang pribadi serta pemandangan indah ke Pantai Nihi.

Beragam aktivitas bisa dilakukan di resor, mulai dari paket “safari spa” seharian penuh sampai eksplorasi pulau.

Wisatawan dapat trekking menuju beberapa air terjun tersembunyi, pesawahan yang indah, juga desa lokal dan desa seniman. Ada pula piknik makan siang komplit dengan jamuan kelapa segar yang baru jatuh dari pohon.

Occy’s Left, private beach yang letaknya tidak jauh dari Nihiwatu merupakan surf spot ternama di kalangan peselancar profesional. Tempat berselancar yang jauh dari hiruk pikuk Canggu, Suluban, dan pantai-pantai mainstream lainnya di Bali.
“Penobatan Nihiwatu sebagai Resor Terbaik di Dunia menjadi momen yang membanggakan tidak hanya bagi Nihiwatu, tetapi juga untuk masyarakat Sumba dan bangsa Indonesia. Kami memperluas pemahaman kami mengenai persepsi umum akan sebuah ‘resor surgawi’, dan kini telah menciptakan sebuah destinasi yang memiliki rekam jejak geografi yang kuat, dengan ruang gerak yang sangat luas, yang memungkinkan para tamu untuk berkelana di keliaran alam Sumba,” tambah James McBride, Managing Partner Nihiwatu.

Pariwisata Indonesia diprediksi terus tumbuh. Ini berarti akan ada lebih banyak orang pergi berlibur dan membutuhkan kamar hotel. Sampai 2019, rencananya akan dibangun 120 ribu kamar hotel. Untuk itu sampai 2019 nanti, total nilai investasi yang dibutuhkan mencapai USD 7 miliar. Investasi ini meliputi pembangunan berbagai hal yang berkaitan dengan pariwisata. Selain kamar hotel, ada 15.000 restoran, 1.000 travel agents, 100 taman rekreasi standar internasional, 100 operator diving, 100 marina, 100 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan berbagai fasilitas di bidang pariwisata lainnya. Investasi ini diharapkan berasal dari dalam maupun luar negeri.

Comments

Komentar