INDONESIAMAGZ.com, Sawahlunto – Etape ke enam Tour de Singkarak 2016 berlangsung cukup ketat. Etape yang memulai lomba dari Pantai Tiram, Kota Pariaman dan finish di Taman Kandih, Sawahlunto, Kamis (11/8) menghadirkan juara baru.

Pebalap asal Korea Selatan Jang Jyunggu berhasil masuk finish pertama di etape enam ini dengan catatan waktu 3 Jam 43 menit 53 detik untuk menempuh jarak 151,1 km. Unggul 4 detik dari pebalap Loic Desriac dari Singha Infinite Cycling Team Singapura.

Dari pantauan pebalap asal Korea Selatan sudah memimpin sejak awal lomba, dan disusul rombongan lainnya.

Dibelakang Loic Desriac ada pebalap dari Spanyol Garcia Fernandez Marcos yang meraih urutan ke tiga dengan catatan waktu 3 jam 44 menit 27 detik. Sementara itu diklasmen umum TdS 2016 tetap dipegang Amir Kolahdouz dari Pishgaman Cycling Team Iran yang mempertahnkan yellow jersey nya.

????????????????????????????????????
Jang Jyunggu Pebalap asal Korea Selatan berhasil finish pertama dietape ke enam TdS 2016, Kamis (10/8).

Dilihat dari 10 pebalap tercepat di etape enam, tidak ada nama pebalap yang saat ini menguasai empat gelar yang diperebutkan yaitu yellow jersey, green jersey dan polkadot jersey yaitu Amir Kolahdouz maupun pemegang red white jersey, Dadi Suryadi dari Terengganu Cycling Team.

Kedua pebalap ini ternyata memilih bermain aman dan saling mengontrol sejak balapan dilepas di Pantai Tiram. Bahkan Amir yang didukung teman satu timnya yaitu Reza Hosseini dan Rahim Emami terus mengurung Dadi Suryadi yang diklasemen sementara berada diposisi kedua.

“Kami memang membiarkan pebalap lain menjadi juara disini. Kami sudah mempertimbangkan catatan waktu jika mereka juara. Kami hanya fokus menjaga pebalap yang dekat dengan kami,” kata Amir Kolahdouz usai balapan.

Memang benar, hampir semua pebalap Pishgaman Cycling Team finis mengawal Dadi Suryadi yang saat ini hanya selisih satu menit 22. Sedangkan Amir Kolahdouz yang berada dipuncak telah mengumpulkan catatan waktu 19 jam 46 menit 11 detik.

Apa yang dilakukan oleh pebalap Pishgaman itu bukan tanpa alasan karena tidak ingin gelar yang saat ini dipegang direbut oleh pebalap lain. Apalagi balapan tinggal menyisakan dua etape yang relatif mudah yaitu Sijunjung menuju Dharmasraya dan Bukitting menuju Kota Padang.

“Untuk balapan selanjutnya saya akan terus mengontrol pebalap dibelakang saya,” kata pebalap dengan dengan start satu itu.

Sementara itu, Dadi Suryadi yang pergerakannya terus dipantau oleh pebalap Pishgaman mengaku akan terus mencoba untuk memberikan perlawanan. Dirinya juga akan terus mengontrol pergerakan pebalap yang hingga saat ini menjadi rivalnya.

Comments

Komentar