INDONESIAMAGZ.com, Pariaman – Saat masyarakat asik menonton lomba balap sepeda Tour de Singkarak 2016, ada satu lomba unik, yaitu lomba monyet memetik kelapa (Pacu Beruk dalam bahasa Minang). Monyet jenis beruk ini, adu cepat memanjat dan memetik buah kelapa.

Awalnya monyet-monyet ini dipelihara oleh masyarakat Kota Pariaman, yang mayoritas daerahnya berada ditepian pantai yang ditumbuhi pohon kelapa. “Beruk-beruk itu dimanfaatkan warga untuk memetik kelapa, mereka diajarkan untuk memitik memilih kelapa yang sudah layak dipetik atau memilih yang muda,” tutur Kepala Dinas Pariwisata Kota Pariaman, Efendi Jamal, di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, Rabu (10/8).

Lomba Pacu Beruk menjadi sebuah atraksi yang menarik, karena monyet dan tuannya harus kompak biar bisa menang. Memanjat pohon kelapa dengan cepat serta memetik kelapa yang sudah layak petik dengan giginya.

Beruk-Beruk yang sudah bisa diajarkan untuk memanjat biasanya yang sudah berumur 10 tahun. Sebagai wilayah yang memiliki banyak pohon kelapa, warga Pariaman sangat bisa memanfaatkan tenaga beruk untuk memperbaiki perekonomiannya dengan menjual kelapa muda.

“Dari penjualan kelapa yang dipetik beruk, banyak warga yang bisa menyekolahkan anaknya hingga jenjang kuliah. Oleh karena itu beruk-beruk itu dipelihara dengan baik” tutup Efendi.

Comments

Komentar