INDONESIAMAGZ.com, Sawahlunto – Even olahraga balap sepeda berbalut pariwisata, Tour de Singkarak 2016 yang sudah delapan kalinya digelar, sangat memberi dampak perekonomian bagi daerah yang dilewati, total tahun ini ada 16 kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang dilintasi event tahunan Kementrian Pariwisata ini.

Daerah yang terangkat perekonomiannya Kota Sawahlunto, Masyarakat yang awalnya sangat mengandalkan sektor pertambangan kini sudah tidak bisa memanfaatkannya lagi.

Walikota Sawahlunto Ali Yusuf yang ditemui diselal-sela acara Tour de Singkarak menjelaskan pada tahun 2000 sektor pertambangan turun, tidak lagi menjanjikan karena tidak bisa diperbaharui. Sehinnga sudah terpuruk pada tahun 2001 hingga 2002.

“Era tahun 2003, Sawahlunto memiliki visi sebagai “Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya”, tidak mudah untuk merubah itu, Masyarakay harus meyesuaikan dan butuh waktu dan perjuangan yang tinggi. Saat ini perkembangan ekonomi masyarakat Sawahlunto sangat signifikan. Kini Sawahlunto menjadi salah satu kota degan angka kemiskinan terendah,” terang Ali Yusuf, Jumat (12/8).

Saat ini kota Sawahlunto berkembang menjadi kota wisata tua yang multi etnik, sehingga menjadi salah satu kota tua terbaik di Indonesia . Di kota yang didirikan pada tahun 1888 ini, banyak berdiri bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda. Sebagian telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah setempat dalam rangka mendorong pariwisata.

Objek wisata unggulan yang ada di kota ini adalah atraksi wisata tambang, di mana pengunjung dapat melakukan napak tilas pada areal bekas penambangan yang dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Objek wisata ini dinamai Lubang Suro yang diambil dari nama seorang mandor pekerja paksa, Mbah Suro. Tidak jauh dari objek wisata Lubang Suro, didirikan Gedung Info Box yang menyediakan berbagai informasi dan dokumentasi tentang sejarah pertambangan batu bara di kota Sawahlunto.

Kota ini juga memiliki objek wisata lain seperti kebun binatang yang memiliki luas sekitar 40 hektare[dan Resort Wisata Kandi dengan luas 393,4 hektare. Ada 3 danau yang terbentuk dari bekas galian penambangan batu bara di Resort Wisata Kandi, yaitu Danau Kandi, Danau Tanah Hitam, dan Danau Tandikek. Selain itu, juga terdapat wahana rekreasi keluarga yang dikenal dengan nama Waterboom Sawahlunto.

Comments

Komentar