INDONESIAMAGZ.com – Merdeka! Dirgahayu Republik Indoesia ke 71. Sebagai pemuda yang tak ingin lupa tentang sejarah, idPeople beberapa waktu lalu mengunjungi rumah salah satu sang Ploklamator Kemerdekaan Indonesia Mohammad Hatta di Bukittinggi.

Hal itu merupakan bentuk usaha untuk mengenang pengabdian kehidupan wakil presiden pertama Indonesia itu. Usaha ini dilakukan berupa menghadirkan kembali suasana kehidupan masa lalunya dengan membangun kembali rumah kelahiran Bung Hatta.

Bung Hatta dilahirkan di rumah ini pada tanggal 12 Agustus 1902. Beliau adalah anak dari Haji Muhammad Djamil dan Saleha, dan merupakah keturunan kedua dari Syech Batuhampar yang bernama Syech Abdurrahman. Bung Hatta tinggal di rumah ini dari tahun 1902-1913 sebelum pindah ke rumah baru di depan rumah ini. Walaupun relatif singkat, tetapi suasana dari kehidupan di rumah ini memberikan kenangan yang mendalam serta berperan besar dalam pembentukan watak beliau. Disiplin kerja, ketepatan waktu, kasih sayang yang dilihat Bung Hatta pada kehidupan rumah ini sebagian memberikan andil dalam proses pembentukan kepribadiaan beliau.

Foto Bung Hatta

Sementara rumah tersebut diperkirakan dibangun pada tahun 1860-an. Ya, rumah itu sebenarnya rumah keluarga Bung Hatta yang telah diwariskan secara turun temurun. Setelah melewati teras rumah yang nyaman untuk duduk-duduk di sore hari, saatnya melangkah ke ruang kumpul keluarga yang berada di tengah-tengah rumah. Selanjutnya di salah satu sisi, Anda akan menemukan sebuah kamar luas.

Ranjang ukuran besar beratap, meja rias, dan dingding dari anyaman bambu. Kamar itu pun tampak begitu luas, serta terjaga kebersihan dan kerapiannya. Inilah kamar tempat Bung Hatta dilahirkan.

Sejak didirikannya Perpustakaan Proklamator Mohammad Hatta, masyarakat diberikan pelayanan secara cuma-cuma. Setiap tahunnya pelayanan yang diberikan mengalami peningkatan terus menerus. Begitu pula dengan penggunanya yang semakin hari juga semakin bertambah. Tidak hanya dari masyarakat Bukittinggi sendiri, namun juga dari masyarakat luar Kota Bukittinggi. Akibatnya gedung perpustakaan yang berlantai dua ini terasa semakin sempit. Kemudian Pemerintah Kota Bukittinggi berencana untuk membangun gedung perpustakaan baru yang lebih luas dibanding gedung perpustakaan sebelumnya.

Untuk mengembalikan suasana lalu, rumah ini juga dilengkapi dengan peralatan seperti tempat tidur (kui) kuningan dari Inggris, kero hitam (tempat tidur hitam), tempat tidur ukir yang digunakan oleh Bung Hatta serta perabotan lainnya seperti kursi, meja dan beberapa koleksi foto serta lukisan yang berasal dari pihak keluarga.

Penataan lanscape luar rumah diusahakan seperti suasana awalnya, seperti dengan ditanamnya tiga pohon jambak di bagian depan rumah, murbai di depan kapuk (bagian belakang rumah), dan pohon sawo di depan istal.

Untuk tanaman pendukung lainnya ditanam beberapa tanaman yang sudah mulai jarang ditemukan pada saat ini seperti tetehan, bungo kuniang, adam dan hawa, pinang rajo, kaladi aie dan tanaman hias lainnya.

Pelaksanaan pembangunan rumah ini didukung oleh tenaga tukang sebanyak 40 orang, ditambah dengan tukang khusus untuk bangunan kapuk dan penanam tanaman.

Sebagai sebuah rumah yang sarat dengan kandungan sejarah, secara umum rumah ini juga dapat menggambarkan dan menceritakan suasana masa lalu tentang teknologi pembangunan rumah, situasi dan kehidupan masyarakat masa lalu dan khususnya kehidupan keluarga besar Bung Hatta. Untuk masa yang akan datang, bangunan ini sangat berguna untuk misi pendidikan, sejarah serta objek wisata.

Jika Anda berminat mengunjungi Rumah Kelahiran Bung Hatta, Anda bisa naik angkutan umum, taksi, maupun bendi ke arah Jalan Soekarno Hatta. Lokasinya tepat di pinggir jalan. Jaraknya dekat dengan Pasar Ateh maupun Jam Gadang Bukittinggi.

Tepatnya di Jalan Soekarno-Hatta No. 37 Bukittinggi. Rumah Bung Hatta sendiri buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB. Pengelola tidak mematok jumlah tiket masuk, cukup dengan memasukan sumbangan seikhlasnya.

Comments

Komentar