INDONESIAMAGZ.com – Menteri Pariwisata Arief Yahya melakukan kunjungan kerja ke Hangzhou, Tiongkok pada 10 hingga 13 Oktober 2016, bersama pejabat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, serta sejumlah Pemerintah Daerah (Pemprov Sumatera Utara, Pemkab Samosir, Humbang Hasundutan, dan Pemkab Tapanuli Utara).

Pertemuan bertujuan dalam rangka menyerap keunggulan pemerintah kota Hangzhou menata Xi Hu (Danau Barat) menjadi destinasi wisata yang sangat populer, di Tiongkok maupun di tingkat global. Dimana daya tarik Xi Hu diakui sebagai situs rujukan wisata yang sangat populer, yaitu Trip Advisor. Aktivitas wisata ke Xi Hu menempati peringkat satu dari ratusan pilihan wisata di Hangzhou. Data lain menunjukkan, sebagian besar wisatawan memberikan ulasan positif pada danau seluas 650 hektar ini, mendapat nilai rata-rata 4.7 dari skala 5 di Trip Advisor. Tak salah jika Xi Hu menjadi pilihan utama berwisata di Hangzhou.

“Setelah ditetapkan sebagai destinasi prioritas dan akan menjadi salah satu “10 Bali Baru” pada 2019 kita proyeksikan kunjungan wisman ke Toba akan meningkat signfikan mencapai 1 juta, untuk mencapai angka proyeksi 1 juta wisman tersebut, Presiden Joko Widodo telah menetapkan Badan Otorita Pariwisata Danau Toba, sebagai langkah melakukan percepatan pembangunan Danau Toba,” kata Menpar, Arief Yahya. Tentunya mengacu pada Tiga A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas), merestorasi lingkungan Danau Toba (indestifikasi isu dan alternatif solusi), melakukan pengembangan pemasaran pariwisata (branding, advertising, dan selling), serta pengembangan SDM dan industri pariwisata, tambahnya.

Menpar melanjutkan, Danau Toba sudah ditetapkan menjadi satu dari 10 Destinasi Prioritas. Artinya, destinasi ini akan dikembangkan sedemikian rupa, baik aksesibilitas, amenitas, maupun atraksinya. Tujuannya agar Danau Toba siap menjadi primadona pariwisata. Targetnya pada 2019 nanti danau seluas 3.000 km2 bisa mendatangkan 2 juta kunjungan wisman. Sebagai perbandingan, pada 2014 Xi Hu mendatangkan 3,26 juta turis.

Menurut kisahnya danau ini sanggup menghadirkan kekaguman. Sejarah menulis, Danau Toba terbentuk akibat letusan megavulkanik puluhan ribu tahun silam. Akibat dahsyatnya letusan itu, bumi diselimuti musim dingin selama 6 – 10 tahun. Selain itu, Danau Toba juga memiliki panorama alam yang indah, ini menjadi salah satu daya tarik pariwisata.

Langkah Menpar dan rombongan, selain untuk belajar tentang tata kelola danau, pemerintah Indonesia juga akan membicarakan kemungkinan terjalinnya kerja sama dengan Tiongkok. Misalnya membuat nota kesepahaman Sister Lake Agreement antara Hangzhou dengan Pemkab Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Simalungun, Karo, dan atau Dairi.

Saat ini aksesibilitas menuju kawasan Danau Toba sudah lebih dekat, wisatawan bisa terbang langsung dari Jakarta dan kota lainnya ke Bandara Silangit di Siborong Borong, Kabupaten Tapanuli Utara. Sebelumnya wisatawan hanya punya pilihan mendarat di Bandara Kualanamu Medan. Perkembangan ini menyebabkan waktu perjalanan darat dipangkas lebih dari 3 jam. Badan Otorita Danau Toba pun dibentuk agar pengembangan pariwisata Danau Toba berjalan cepat.

Comments

Komentar