INDONESIAMAGZ.com – Galeri Indonesia Kaya menampilkan salah  satu pertunjukan karya kreator muda yang terpilih melalui program Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia. Program ini merupakan program edukasi seni pertunjukan yang mencakup teori dan praktek dalam proses pembuatan seni pertunjukan yang didampingi oleh tiga orang mentor yaitu Yudi Ahmad Tajuddin, Eko Supriyanto dan Garin Nugroho. Hari ini, penikmat seni di Auditorium Galeri Indonesia Kaya dihibur dengan pementasan dari komunitas seni KITAPOLENG yang berjudul KUKUSAN PAON.

Ibu Made, pemilik Made`s Warung yang ada di Kuta, Bali menjadi salah satu inspirasi pementasan ini. Sejak tahun 1969, beliau mampu membuat warung dengan masakan khas Balinya menjadi titik temu para manusia-manusia yang berdatangan ke Bali.

“Perempuan sering kali dipandang sebagai makhluk yang lemah, tetapi dibalik kelembutannya, perempuan selalu memiliki kekuatan yang terpendam. Terinspirasi dari beberapa tokoh perempuan yang kami percaya kesuksesannya berasal dari simbol perempuan yaitu ruang kekuasaannya, Paon (dapur). Kami harap pertunjukan kami dapat menghibur dan memberikan ilmu kesenian kepada para penikmat seni di Galeri Indonesia Kaya,” ujar Jasmine Okubo sebagai Koreografer (1/4).

Dapur dalam jaman Majapahit disebut pawon yang mengandung dua pengertian. Pertama, bangunan rumah yang khusus disediakan untuk kegiatan masak-memasak dan kedua adalah tungku. Kata pawon berasal dari kata dasar awu yang berarti abu, mendapat awalan pa- dan akhiran -an yang berarti tempat. Dengan demikian, pawon (pa+awu+an) adalah tempat awu atau abu. Kenyataannya memang demikian, dapur atau pawon memang tempat abu dimana tradisi di Bali pun tidak jauh berbeda dengan tradisi Jawa. Bali juga memiliki kepercayaan bahwa dapur atau paon selain tempat memasak dapat juga menjadi tempat mengusir atau menetralisir energi buruk.

Comments

Komentar