INDONESIAMAGZ – Layanan Video on Demand terbesar di Asia Tenggara mengumumkan jajaran juri untuk kompetisi HOOQ Filmmakers Guild musim kedua (11/7).

Panel juri musim kedua terdiri dari sutradara-sutradara  terkenal Mouly Surya (Indonesia), Joko Anwar (Indonesia), Banjong  Pisanthanakum (Thailand),  Adison Tresirikem (Thailand),  Jun Robles Lana (Filipina), dan aktris peraih penghargaan Agot Isidiro (Filipina).

Latar belakang juri yang beragam dari seluruh Asia, akan membuat HOOQ Filmmakers Guild musim kedua yang lebih seru.

Kesuksesan musim pertama dan respon positif terhadap HOOQ Filmmakers Guild, mendorong HOOQ kembali menggelar HOOQ Filmmakers Guild musim kedua. Hal ini merupakan bukti komitmen kuat HOOQ untuk mendukung industri film Asia.

Peluang besar terbuka bagi sineas berbakat, dengan kesempatan untuk mewujudkan ide mereka ke dalam serial TV.

“Kami sangat bangga mengumumkan jajaran juri pemenang penghargaan untuk HOOQ Filmmakers Guild musim kedua. Mereka telah memberi dukungan terhadap inisiatif kami dengan menyumbangkan waktu dan pengalaman tak ternilai untuk mencari sineas berbakat di Asia dan menampilkan naskah terbaik mereka,” ucap Jennifer Batty, Chief Content Officer HOOQ.

Para juri bersama HOOQ akan menyeleksi naskah paling kreatif dari sineas berbakat di Asia Tenggara. Kemudian akan membantu merealisasikan naskah mereka ke dalam serial TV. 5 naskah yang terpilih masing – masing akan mendapat dana sebesar USD 30.000.

Dana tersebut bisa digunakan untuk  memproduksi sebuah episode perdana yang akan tayang di HOOQ. Bersama dengan pelanggan HOOQ, para juri akan memilih naskah untuk diproduksi menjadi serial TV serial penuh.

Pencarian untuk pemenang  HOOQ Filmmakers Guild selanjutnya sudah dimulai dan pendaftaran dibuka sampai 31 Juli 2018. Semua profesional film berbakat, baik sutradara, produser atau penulis naskah hanya perlu mengirimkan naskah dantreatment (sketsa skenario) untuk ide serial TV. Pendaftaran terbuka untuk peserta dari Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Malaysia dan Kamboja.

Para peserta dapat berasal dari sekolah film atau bekerja sebagai profesional di industri film, memiliki pengalaman dalam memproduksi film. Peserta diharuskan mengirimkan naskah dan treatment (sketsa skenario) untuk miniseri atau serial penuh dengan maksimal 13 episode untuk satu musim.

Tidak ada batasan genre, namun proposal dan produksi harus menggunakan bahasa lokal dari negara mana peserta tersebut berasal.

 

 

 

Comments

Komentar