INDONESIAMGZ – IDpeople, perhelatan olahraga terbesar di Asia sebentar lagi bakal di gelar nih di Indonesia. Selain sebagi ajang untuk bertanding, kesempatan Asian Games 2018 ini juga dimanfaatkan oleh Kementerian Pariwisata untuk memaksimalkan promosi pariwisata Indonesia.

Sebagai bentuk promosi pariwisata tersebut, Menteri Pariwisata (Menpar) bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Sallahudin Uno meluncurkan bus dengan branding logo Wonderful Indonesia (WI) dan Asian Games 2018 di Lapangan Monas, Silang Merdeka Barat Daya Jakarta, Kamis pagi (26/07).

Menpar Arief Yahya mengatakan penyelenggaraan event Asian Games 2018 akan memberikan dampak yang tinggi baik berupa economic value atau direct impact berupa spending dari penonton atau wisatawan mancanegara (wisman) yang datang, maupun media value yang nilainya lebih tinggi.

Menpar Arief Yahya saat peluncuran bus dengan branding logo Wonderful Indonesia (WI) dan Asian Games 2018 di Lapangan Monas Kamis 26 Juli 2018

“Media value dari event sport tourism besarnya dua kali lipat dari direct impact. Untuk Asian Games 2018 yang diproyeksikan memberikan  direct impact sebesar 170.000 wisman dengan potensi devisa Rp 3 triliun, media value-nya diproyeksikan lebih besar dari direct impact- nya” kata Menpar Arief Yahya.

Asian Games yang juga merupakan event sport tourism menjadi ajang spektakuler untuk melakukan branding, sehingga pada momen tersebut Menpar Arief menggunakan momentum langka ini untuk branding Wonderful Indonesia salah satunya dengan melakukan wrapping bus yang melayani jalur utama di Jakarta dan Bandara Soekarno-Hatta yang rencananya berjumlah 100 bus, terdiri dari 64 bus Trans Jakarta,  20 Damri Airport Bus, dan 16 shuttle bus Blue Bird.

“Branding Wonderful Indonesia dengan bus wrapping ini telah kita lakukan pada momentum World Cup 2018 Rusia dan Piala Eropa 2016 di Perancis. Selain itu sudah banyak kita lakukan di negara lain, misalnya pada bursa pariwisata dunia di ITB Berlin (Jerman), WTM London, dan kini pada momentum Asian Games 2018,” jelas Menpar Arief.

Comments

Komentar