INDONESIAMAGZ
  • ARTIKEL
    • BERITA PARIWISATA
    • DESTINASI WISATA
    • PANDUAN WISATA
    • KULINER
    • AGENDA
  • ID PEOPLE
  • VIDEO
    • JALAN JAJAN
    • VIDEO KEMENPAR
    • VIDEO PENDEK
  • ID STORIES
Instagram
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Subscribe
INDONESIAMAGZ
INDONESIAMAGZ
  • ARTIKEL
    • BERITA PARIWISATA
    • DESTINASI WISATA
    • PANDUAN WISATA
    • KULINER
    • AGENDA
  • ID PEOPLE
  • VIDEO
    • JALAN JAJAN
    • VIDEO KEMENPAR
    • VIDEO PENDEK
  • ID STORIES
  • ARTIKEL
  • BERITA PARIWISATA

Gerhana Matahari dan Dendam Si Buto

  • Maret 8, 2016
  • Reza Antares P
Telah Dibaca : 826

INDONESIAMAGZ.com – Ternyata ada mitos dibalik Gerhana Matahari Total yang mesti idPeople ketahui. Raden Tumenggung (KRT) Rinto Isworo sebagai Penghageng Kalih Widya Budaya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, mengatakan, zaman dahulu orang tua selalu bercerita bahwa Gerhana Matahari itu karena dimakan Buto (Raksasa).

“Nenek moyang kita dulu, cerita kalau bulan dimakan buto. Jadi mataharinya gelap,” ujar Rinto kepada kompas.com, Senin (07/03/2016).

Kisah itu berawal dari kehidupan di Kayangan, tempat para dewa tinggal. Saat itu para dewa hendak membagikan air penghidupan yang diberi nama Tirta Amerta. Siapapun yang meminum Tirta Amerta akan hidup selamanya.

“Tirta Amerta itu hanya dibagikan untuk khusus para dewa. Selain dewa tidak boleh,” ujarnya.

Kabar akan adanya pembagian Tirta Amerta itu pun diketahui si Buto (Raksasa). Namun karena khusus dewa, maka si Buto memutuskan untuk menyamar.

“Ya karena hanya para dewa, Buto menyamar menjadi dewa,” ujarnya.

Saat sebelum pembagian dimulai, para dewa diminta untuk antri. Satu-persatu para dewa lantas maju Mereka meminum dengan cara menggunakan daun beringin. Karena Tirta Amerta jumlahnya hanya terbatas, maka para dewa hanya mengambil sedikit dan meminumnya.

“Pokoknya asal rata, sedikit tapi semua dewa dapat minum. Khasiatnya setelah meminum, dewa tidak akan mati,” ujarnya.

Buto yang menyamar akhirnya mendapat giliran maju. Namun, saat sampai di depan dan air Tirta Amerta baru sampai di mulut tiba-tiba ada anak panah melayang dan memutuskan leher si Buto. Ternyata itu anak panah milik Bethoro Suryo yang mengetahui jika Buto menyamar sebagai dewa.

“Dipanah itu lalu tubuh buto jatuh ke Bumi jadi lesung (Tempat menumbuk padi). Tapi kepalanya masih melayang-layang,” ucapnya.

Marah karena ketahuan, si Buto lalu dendam. Kepada Bethoro Suryo, Buto mengancam suatu saat akan menelannya. Tak hanya itu, ia juga mengancam akan memakan bulan di malam hari.

Akhirnya, ketika matahari atau bulan menjadi gelap karena gerhana nenek moyang selalu membunyikan Gejok Lesung (Penumbuk Padi) dan memukul kentongan. Hal itu dilakukan agar si Buto melepaskan matahari atau bulan.

“Zaman dulu, kalau tiba-tiba ada gerhana, langsung bunyikan lesung dan kentongan. Sambil bilang, to buto kui ojo di untal lepeh o (Buto itu jangan dimakan, keluarkan dari mulutmu),” katanya.

Tapi Buto sudah terlanjur menelan matahari dan bulan. Tanpa sadar jika ia tidak memiliki perut. Sehingga meski ditelan matahari maupun bulan tetap keluar lagi.

“Cerita Mitosnya seperti itu, itu dulu jaman belum ada HP dan TV. Kalau sekarang mungkin sudah dilupakan dan jarang diceritakan,” tutup dia.

 

sumber : kompas.com

Comments

comments

Total
0
Shares
Share 0
Tweet 0
Pin it 0
Related Topics
  • Gerhana Matahari TOtal
  • Gerhana Matahari Total 2016
  • INDONESIAMAGZ
  • legenda
  • mitos
Reza Antares P

Journalist yang seneng naik gunung, jalan-jalan kepantai, maen bola, basket kadang-kadang, demen ngedukung Persib Bandung sama bangga sebagai Milanista. Hidup Aing, Kumaha Aing!

Previous Article
  • ARTIKEL
  • BERITA PARIWISATA

Ini dia Sejarahnya Pasar Senen

  • Maret 8, 2016
  • Reza Antares P
View Post
Next Article
  • ACARA
  • AGENDA
  • ARTIKEL

Beberapa Daerah Bakal dilewati Gerhana Matahari Total

  • Maret 8, 2016
  • Reza Antares P
View Post
You May Also Like
View Post
  • BERITA PARIWISATA
  • KULINER
  • ULASAN HOTEL

 “A Wishful Ramadan” di All Nite & Day Hotel Kebon Jeruk

  • Dede Suhadi
  • Februari 26, 2026
View Post
  • BERITA PARIWISATA

Komitmen InJourney di Nataru 2026: Sanur Jadi Pusat Pesta Musik dan Budaya Kelas Dunia

  • Dede Suhadi
  • November 18, 2025
ITO 2026
View Post
  • BERITA PARIWISATA

Forwaparekraf ITO 2026: Navigasi Baru Pariwisata Indonesia Bertumpu pada Keberlanjutan dan Dominasi Generasi Z

  • Dede Suhadi
  • Oktober 30, 2025
Donor darah
View Post
  • BERITA PARIWISATA

All Nite & Day Kebon Jeruk Gelar Donor Darah Akbar pada 27 Oktober 2025

  • Dede Suhadi
  • Oktober 8, 2025
View Post
  • BERITA PARIWISATA

Menteri Pariwisata dan Gubernur DKI Sepakat Berkolaborasi Perkuat Sektor Pariwisata

  • Dede Suhadi
  • Juli 4, 2025
View Post
  • BERITA PARIWISATA

Menteri Pariwisata Tekankan Pentingnya Kolaborasi Wujudkan Keamanan-Kenyamanan Wisatawan

  • Dede Suhadi
  • Juli 3, 2025
View Post
  • BERITA PARIWISATA

Pastikan Kesiapan Destinasi, Menteri Pariwisata Sosialisasikan Surat Edaran Libur Sekolah 2025

  • Dede Suhadi
  • Juni 24, 2025
Liburan Sekolah
View Post
  • BERITA PARIWISATA

Menteri Pariwisata Ajak Masyarakat Utamakan Keselamatan saat Berwisata di Musim Libur Sekolah

  • Dede Suhadi
  • Juni 21, 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERLANGGANAN

Masukkan e-mail Anda untuk berlangganan konten kami

INDONESIAMAGZ
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
© Copyright 2013 - 2022 | INDONESIAMAGZ.com | Hak Cipta Dilindungi

Input your search keywords and press Enter.