INDONESIAMAGZ – Desa Onje merupakan desa yang berada di Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.
Sebagai desa yang termasuk desa tua tentu mempunyai Babad atau sejarah tersendiri.
Desa Onje merupakan salah satu desa yang berjasa dalam syiar agama Islam di Kabupaten Purbalingga, desa ini memiliki banyak tempat bersejarah, salah satunya Masjid R Sayyid.
Kini Desa Onje diusulkan untuk dikembangkan menjadi lokasi wisata religi. Pasalnya, Desa Onje memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi wisata religi karena desa ini dulunya merupakan pusat penyebaran agama Islam.
Terlebih lagi, keberadaan Masjid R Sayyid Kuning di Desa Onje, Kecamatan Mrebet disebut-sebut sebagai salah satu masjid tertua di Pulau Jawa.
Masjid yang sebelumnya dikenal dengan nama Masjid Onje, diklaim usianya lebih tua dibandingkan Masjid Agung Demak yang dibangun oleh Wali Songo.
Saat pertama kali dibangun, empat tiang penyangga utama dibuat dari batang pohon pakis dan atapnya dibuat dari ijuk.
Saat itu wilayah Onje masih hutan belantara, sehingga masih banyak pohon pakis yang tumbuh.
Masjid tersebut merupakan pusat penyebaran agama Islam di wilayah Kabupaten Purbalingga dan sekitarnya.
Sehingga saat masa Wali Songo, masjid juga dikunjungi Sunan Kudus, Sunan Bonang, Sunan Gunungjati, dan Sunan Kalijaga.
Setelah merenovasi Masjid R Sayyid Kuning, empat wali pindah ke Demak dan mendirikan Masjid Agung Demak.
Setelah direnovasi oleh empat wali, masjid ini kembali direnovasi oleh Ngabdullah Syarif atau Sayyid Ngabdullah, yang kemudian lebih dikenal sebagai Raden Sayyid Kuning pada abad ke 16.
Raden Sayyid Kuning adalah pencipta kalender Aboge, yang kemudian memunculkan Islam Aboge.
Sedangkan makna dibalik nama Masjid R Sayyid Kuning adalah, huruf R diambil dari nama Raden Adipati Onje atau nama lain Raden Sayyid Kuning.
Sayyid berasal dari kepanjangan Sayiddina Ali, sedangkan Kuning diambil dari nama Raden Adipati Onje.
Foto : arifsae.com