INDONESIAMAGZ – Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2019 kembali digelar di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Dalam festival ini, IDpeople dapat menyaksikan keragaman dan keunikan budaya Suku Dayak.
Festival kali ini berlangsung sangat meriah dan menampilkan beragam keunikan dan warna tersendiri budaya dari Suku Dayak.
Kemeriahan ini dikarenakan hampir seluruh kabupaten/kota di Kalteng ikut serta dalam festival tersebut. Sehingga pengunjung festival pun dapat lebih dekat mengenal budaya Dayak yang sesungguhnya.
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Said Ismail saat menyaksikan karnaval budaya Festival Isen berharap festival ini menjadi daya tarik tersendiri untuk mengangkat dan mempertahankan budaya Dayak.
Said juga menjelaskan FBIM tidak hanya menjadi arena untuk bertanding dan mengukir prestasi tetapi juga menjadi sarana mempromosikan berbagai seni, budaya, dan pariwisata yang ada.
“FBIM juga sebagai sarana melestarikan dan terus membumikan berbagai seni, budaya, serta kuliner di Kalimantan Tengah agar tak tergerus kemajuan zaman dan budaya asing,” katanya.
Selain gelaran budaya khas Dayak, lanjut Said, FBIM yang digelar pada 17-22 Juni 2019 akan mempertandingkan 22 cabang lomba.
Adapun 22 cabang lomba yang dipertandingkan di antaranya karnaval budaya, putra-putri pariwisata, tari daerah, karungut, mangenta, malamang, panginan sukup simpan, mangaruhi, sepak sawut, maneweng manetek dan manyila kayu, jukung tradisional, serta besei kambe.
Di tempat terpisah, Ketua Pelaksana Calendar of Event Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuty menambahkan suguhan budaya di FBIM ini sudah terkonsep dengan pas. Pantas saja jika FBIM masuk dalam kalender pariwisata nasional yang setiap tahunnya diselenggarakan.
“Kemasannya dibuat dengan standar tinggi. Unsur budayanya dikolaborasikan dengan karnaval dan lomba sehingga semakin unik dan menarik. Dasar budayanya tentu saja budaya masyarakat Dayak,” kata Esthy.


