INDONESIAMAGZ – Isu mutasi virus Corona terbaru yaitu varian Omicron akan memberikan dampak terhadap sektor pariwisata Indonesia.
Mutasi virus yang berasal dari Afrika selatan tersebut dikatakan memiliki tingkat penyebaran sangat cepat, sehingga pemerintah akan mengambil kebijakan untuk membatasi penyebarannya.
Menparekraf Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing (WPB) Senin (29/11/2001) mengatakan, meskipun Omicron belum teridentifikasi di Indonesia, namun secara tidak langsung akan memengaruhi pergerakan wisatawan asing maupun domestik.
Dikarenakan Omicron sudah teridentifikasi menyebar ke beberapa negara, maka pemerintah akan mengambil kebijakan daftar negara. Evaluasi akan dilakukan terhadap wisatawan asing dari 19 negara, yang boleh masuk ke Bali dan Kepulauan Riau.
“Padahal, sektor pariwisata mulai ada tren pemulihan. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada September 2021 naik, dibandingkan dengan Agustus 2021. Jumlah kunjungan wisman per September 2021 meningkat sebesar 1,41 persen,” jelas Sandiaga.
Kemudian lanjutnya lagi, dampak kebijakan pengendalian ke Natal dan tahun baru pasti ada pada sektor pariwisata. Rencananya kebijakan tersebut akan diumumkan dalam evaluasi PPKM dan penyiapan mitigasi dari varian Omicron setelah rapat terbatas.
Meskipun demikian, Sandiga Uno meminta kepada para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif tetap optimis dan jangan patah semangat menghadapi hal ini. Hal yang harus dilakukan adalah tetap menjaga kewaspadaan dengan menjalankan protokol kesehatan.