INDONESIAMAGZ.com, Puncak Lawang – Etape empat Tour de Singkarak (TdS) 2016, menyuguhkan pemandangan indah disepanjang lintasan, memulai start dari Padang Panjang para pebalap disuguhkan berbagai jenis kesenian khas daerah setempat. Sajian kuliner sate padang juga disuguhkan bagi masyarakat dan pebalap untuk dicicipi, antusiasme masyarakat yang menonton tumpah ruah disepanjang garis start, hingga berakhir di Puncak Lawang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Saat bendera start berkibar, pebalap langsung berpacu meraih posisi terdepan, terlihat dari pantauan INDONESIAMAGZ.com Dylan Newberry pebalap asal Australia sudah memimpin etape dan meninggalkan jauh beberapa kilometer dibelakangan rombongan pebalap.
Sesaat menjelang Kelok 44 posisi Newberry direbut oleh tiga pembalap dari Iran, Sejak tanjakan Kelok 1, tiga pebalap Pishgaman Cycling Team yaitu Amir Kolahdouz, Reza Hosseini dan Rahim Emami terus memimpin. Tanjakan tinggi patah-patah yang ada mampu didaki dengan cepat bahkan mampu meninggalkan pebalap dibelakangnya.

Pebalap asal Iran menguasai etape empat Tour de Singkarak (TdS) 2016 dari Padang Padang menuju Puncak Lawang, Agam, Selasa, setelah tiga wakilnya dari Piston Cycling Team menguasai tiga posisi terdepan.
Amir Kolahdouz yang finis diurutan pertama dengan catatan waktu catatan wakti 03:59:13 dalam menempuh jarak 151,6 km. Diposisi dua ada Reza Hosseini dan diposisi tiga ada Rahim Emami dengan selisih waktu 14 detik lebih lambat.
Satu kilo menjelang finis , tiga pebalap satu tim ini saling bersaing untuk masuk finis terlebih dahulu. Dan ternyata, Amir Kolahdouz yang lebih beruntung karena mampu menggungguli dua rekannya. Pebalap dengan nomor start satu terlihat tenang meski harus mendaki setinggi 1.230 mdpl.
Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia serta event organizer yang mampu mengemas balapan ini dengan baik. Yang jelas hasil yang kami raih saat ini adalah buah dari kerja sama tim. Tim kami banyak memiliki climber,” kata Amir Kolahdouz sesaat setelah balapan usai, Selasa (9/8).

Selain lintasan yang sangat berat pada Kelok 44, Amir juga sangat takjub dengan pemandangan yang dilewati selama lintasan. “Sangat indahKami ucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia serta event organizer yang mampu mengemas balapan ini dengan baik. Yang jelas hasil yang kami raih saat ini adalah buah dari kerja sama tim. Tim kami banyak memiliki climber” kata Amir.
Dengan kemenangan ini, Amir Kolahdouz mampu merebut yellow jersey atau pemimpin klasemen sementara balapan yang masuk seri kedelapan ini dari tangan Ricardo Garcia dari Kinan Cycling Team yang di etape empat hanya finis diurutan enam atau terpaut dua menit 52 detik.
Selain menguasi yellow jersey, Amir Kolahdouz juga menguasai green jersey atau predikat raja sprint serta menguasi polkadot jersey atau predikat raja tanjakan kejuaraan yang masuk tahun kedelapan ini.
Etape kelima, Rabu (10/8/2016), akan mengambil jarak antara Pesisir Selatan menuju Pariaman sepanjang 153,1 kilometer. Trek yang akan menjadi rute terpanjang TdS 2016 ini relatif datar dan diprediksi akan jadi pemilik para raja sprint.