INDONESIAMAGZ
  • ARTIKEL
    • BERITA PARIWISATA
    • DESTINASI WISATA
    • PANDUAN WISATA
    • KULINER
    • AGENDA
  • ID PEOPLE
  • VIDEO
    • JALAN JAJAN
    • VIDEO KEMENPAR
    • VIDEO PENDEK
  • ID STORIES
Instagram
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Subscribe
INDONESIAMAGZ
INDONESIAMAGZ
  • ARTIKEL
    • BERITA PARIWISATA
    • DESTINASI WISATA
    • PANDUAN WISATA
    • KULINER
    • AGENDA
  • ID PEOPLE
  • VIDEO
    • JALAN JAJAN
    • VIDEO KEMENPAR
    • VIDEO PENDEK
  • ID STORIES
  • ARTIKEL
  • BERITA PARIWISATA

Sssstt… Ada Kacamata GMT Raksasa di Belitung

  • Maret 9, 2016
  • Reza Antares P
Telah Dibaca : 1,039

INDONESIAMAGZ.com, JAKARTA – idPeople jangan takut jika tidak mendapatkan kacamata khusus untuk menyaksikan Gerhana Matahari total, Kacamata GMT berfungsi untuk menangkal sinar UV langsung ke mata. di Belitung disediakan loh kacamata GMT raksasa untuk melihat gerhana pagi ini.

Menpar Arief Yahya sering menyebut, Indonesia sudah berada di pintu “cultural industry” atau “creative industry.” Indonesia sudah melewati tiga gelombang, yang disebut Alfin Tofler dalam buku The Third Wave. Tiga gelombang tersebut yakni, gelombang agriculture, lalu manufacture, dan information technology.

“Ke depan, kita akan memasuki era baru, era creative industry, era world community,” sebut Menpar Arief Yahya, di Jakarta.

Dia mencontohkan, saat Gerhana Matahari Total (GMT) 2016 yang melintasi 12 provinsi di daratan Indonesia itu Kemenpar memang mendorong semua daerah untuk membuat kreasi event, untuk dipromosikan ke seluruh penjuru dunia. Ada satu yang super unik yang mengusik Museum Rekor Indonesia (MURI) pimpinan master piano Jaya Suprana yang juga pemilik industri Jamu Jago itu tidak lain adalah membuat kacamata khusus untuk meneropong Gerhana Matahari Total (GMT).

Kacamata ini bukan kacamata biasa melainkan kacamata yang dibuat dengan filter anti UV berukuran panjang 960 centimeter dan lebar 60 centimeter. Ukuran “buto ijo” dan raksasa pemakan matahari, dalam mitologi Jawa. Karena itulah, Museum Rekor Indonesia (MURI) akan mencatat ide kreatif ini dalam rekor baru.

Ide gila ini berasal dari Komunitas Astronomi ‘Imah Noong’ yang notabene merupakan sekumpulan warga Kampung Areng Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Jawa Barat. Ukurannya jumbo. Dengan menggunakan satu bingkai, kacamata ini tetap didesain memiliki sembilan lubang. Dijamin aman, karena di setiap lubang dipasangi filter berbahan black
polimer neutral density (ND)-5.   

“Kacamatanya benar-benar jumbo. Kalau dibentangkan, kacamata raksasa ini bisa dipakai bersama-sama oleh 45 orang sekaligus. Sekarang kacamatanya sudah ada di Pantai Terentang, Bangka. Tinggal nunggu dipasang filternya,” papar Kepala Dinas Pariwisata Bangka Belitung, Tajuddin, Senin (7/2).

Kacamata tak lazim itu ternyata sukses memikat minat wisawatawan mancanegara untuk berkunjung  ke Pantai Terentang. Wisatawan Jepang, Malaysia, Tiongkok, Perancis dan negara Eropa sampai rela antre untuk mendekat ke kacamata jumbo tadi. Tidak sedikit dari mereka yang membubuhi tandatangannya. Sebagian lainnya, memilih berselfie di
kacamata tersebut.

“Dari keterangan Komunitas Astronomi ‘Imah Noong’, pembuatan kacamata ini menghabiskan biaya sekitar Rp60 juta. Yang mahal bingkai kacamatanya yang menggunakan bahan akrilik. Filternya juga nggak murah karena bahannya mencapai Rp15 juta,” tambah Tajuddin.

Dari paparan Tajuddin, saat ini Komunitas Astronomi ‘Imah Noong’ tengah mengupayakan agar kacamata matahari terbesar ini tercatat dalam MURI. Hal yang sangat wajar mengingat sampai saat ini belum pernah ada seorang pun yang pernah membuat kacamata sebesar itu.

Comments

comments

Total
0
Shares
Share 0
Tweet 0
Pin it 0
Related Topics
  • Arief Yahya
  • GMT 2016
  • Menpar
  • Menteri Pariwisata Arief Yahya
  • Museum Rekor Indonesia
Reza Antares P

Journalist yang seneng naik gunung, jalan-jalan kepantai, maen bola, basket kadang-kadang, demen ngedukung Persib Bandung sama bangga sebagai Milanista. Hidup Aing, Kumaha Aing!

Previous Article
  • ACARA
  • AGENDA
  • ARTIKEL
  • SENI

70 Desainer Pamerkan Kain Khas Indonesia di Pesona Etnik Indonesia

  • Maret 9, 2016
  • Reza Antares P
View Post
Next Article
  • ARTIKEL
  • BERITA PARIWISATA

KM Kelud Bersandar ke Belitung Menyaksikan GMT

  • Maret 9, 2016
  • Reza Antares P
View Post
You May Also Like
View Post
  • BERITA PARIWISATA
  • KULINER
  • ULASAN HOTEL

 “A Wishful Ramadan” di All Nite & Day Hotel Kebon Jeruk

  • Dede Suhadi
  • Februari 26, 2026
View Post
  • BERITA PARIWISATA

Komitmen InJourney di Nataru 2026: Sanur Jadi Pusat Pesta Musik dan Budaya Kelas Dunia

  • Dede Suhadi
  • November 18, 2025
ITO 2026
View Post
  • BERITA PARIWISATA

Forwaparekraf ITO 2026: Navigasi Baru Pariwisata Indonesia Bertumpu pada Keberlanjutan dan Dominasi Generasi Z

  • Dede Suhadi
  • Oktober 30, 2025
Donor darah
View Post
  • BERITA PARIWISATA

All Nite & Day Kebon Jeruk Gelar Donor Darah Akbar pada 27 Oktober 2025

  • Dede Suhadi
  • Oktober 8, 2025
View Post
  • BERITA PARIWISATA

Menteri Pariwisata dan Gubernur DKI Sepakat Berkolaborasi Perkuat Sektor Pariwisata

  • Dede Suhadi
  • Juli 4, 2025
View Post
  • BERITA PARIWISATA

Menteri Pariwisata Tekankan Pentingnya Kolaborasi Wujudkan Keamanan-Kenyamanan Wisatawan

  • Dede Suhadi
  • Juli 3, 2025
View Post
  • BERITA PARIWISATA

Pastikan Kesiapan Destinasi, Menteri Pariwisata Sosialisasikan Surat Edaran Libur Sekolah 2025

  • Dede Suhadi
  • Juni 24, 2025
Liburan Sekolah
View Post
  • BERITA PARIWISATA

Menteri Pariwisata Ajak Masyarakat Utamakan Keselamatan saat Berwisata di Musim Libur Sekolah

  • Dede Suhadi
  • Juni 21, 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERLANGGANAN

Masukkan e-mail Anda untuk berlangganan konten kami

INDONESIAMAGZ
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
© Copyright 2013 - 2022 | INDONESIAMAGZ.com | Hak Cipta Dilindungi

Input your search keywords and press Enter.