INDONESIAMAGZ
  • ARTIKEL
    • BERITA PARIWISATA
    • DESTINASI WISATA
    • PANDUAN WISATA
    • KULINER
    • AGENDA
  • ID PEOPLE
  • VIDEO
    • JALAN JAJAN
    • VIDEO KEMENPAR
    • VIDEO PENDEK
  • ID STORIES
Instagram
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Subscribe
INDONESIAMAGZ
INDONESIAMAGZ
  • ARTIKEL
    • BERITA PARIWISATA
    • DESTINASI WISATA
    • PANDUAN WISATA
    • KULINER
    • AGENDA
  • ID PEOPLE
  • VIDEO
    • JALAN JAJAN
    • VIDEO KEMENPAR
    • VIDEO PENDEK
  • ID STORIES
  • ACARA
  • ARTIKEL

Tour de Flores Membuat Nama NTT Mendunia

  • Mei 23, 2016
  • Reza Antares P
Telah Dibaca : 1,033

indonesia.travel – Perhelatan balap sepeda dari Larantuka hingga Labuan Bajo yang baru pertama kali sukses digelar idPeople. Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI) tak ragu melontarkan pujian terhadap penyelenggaraan Tour de Flores (TdF) 2016 idPeople. Bagi otoritas tertinggi olahraga sepeda di Indonesia itu, Tour de Flores bukan sekadar olahraga adu cepat, tapi menjadi cara efektif untuk mengenalkan wisata. Bagi PB ISSI, Tour de Flores bisa membuat nama Nusa Tenggara Timur mendunia.

“Saat proposal dimasukkan, saya berfikir Tour de Flores adalah kejuaraan nasional. Namun, kenyataannya adalah kejuaraan internasional dan langsung masuk kalender UCI dengan kategori 2.2. Kejuaraannya sangat bagus, rapih, dan saya yakin ini bisa membuat nama Nusa Tenggara Timur cepat dikenal dunia,” kata Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari, Senin (23/5).

Di mata putra Wakil Ketua MPR, Oesman Sapta Odang itu, nama Tour de Flores sudah sangat seksi. Memiliki singkatan yang sama dengan Tour de France, bagi dia, bisa menjadi keberuntungan bagi Tour de Flores sebagai sporting tourism event. Hal yang sangat masuk akal, mengingat Tour de France telah melintasi sejarah panjang dengan reputasi luar biasa. Saat ini, Tour de France bahkan sudah menjadi even balap sepeda terbesar di dunia.

Namanya, identik dengan kejuaraan balap dunia paling prestisius, spektakuler, terbesar, dan ikonik. Sejak digelar perdana pada 1903 silam, Tour de France telah mencatat banyak pencapaian dan efek ekonomis luar biasa bagi Eropa dan dunia “Tour de Flores kalau disingkat kan TdF. Sama dengan Tour de France yang sudah mendunia. Mudah-mudahan dari kesamaan nama ini, Tour de Flores juga bisa menjadi kejuaraan balap sepeda yang ikonik dan memberi dampak ekonomis yang luar bagi Indonesia dan Asia,” harap Okto, sapaan akrab Raja Sapta Oktohari.

Nah, syarat untuk menjadi even balap sepeda yang ikonik dan prestisius tadi, menurut Okto, sudah dimiliki Tour de Flores. Sejak digelar 19 Maret 2016, Tour de Flores sudah dirancang seperti balap sepeda modern. Lombanya sudah terorganisasi apik. Jalan yang dilalui sudah mulus tanpa kerikil.

Tim-tim Asia bisa dengan aman mengayuh sepedanya dengan iringan mobil pengawal dan tim pendamping. Kawalan tim medis dengan mobil ambulans juga tak pernah henti mengiringi lomba balap sepeda yang berakhir di Labuan Bajo tersebut. Akomodasi, keamanan, keselamatan, dokumentasi, publikasi, mobilisasi massa, dan kegiatan pre-event, seperti festival budaya, baginya, sudah berstandar internasional. “Saya mendapat laporan tim-tim Asia happy dengan penyelenggaraan Tour de Flores. Menurut mereka, balapan di Tour de Flores sangat menyenangkan. Rute yang dilalui sangat eksotis. Karenanya saya sangat berterima kasih kepada Kementerian Pariwisata, Pemprov NTT serta kabupaten/kota yang sudah bersusah payah menyelenggerakan even yang sangat keren ini,” tambah Okto.

Di TdF 2016, rider-rider tim Wisdom Hengxiang (Tiongkok), KINAN CT dan Team Ukyo (Jepang), LX IIBS CT dan Geumsam Insam Cello (Korea Selatan), Terengganu (Malaysia), 7-ElevenSava RBP CT (Filipina), Black Inc CT (Laos), Singha Infinite CT (Thailand), St. George Merida (Australia), Oliver’s Real Food Racing (Australia), Swiss Wellness Team (Australia), Kenyan Riders Downunder (Kenya), serta Pegasus CT, Indonesia National Team, Prima Indonesia, SAKB, KFC CT, Custom Cycling Club dan BRCC (Indonesia) memang kerap diajak menjelajah rute-rute berpanorama eksotis.

Di etape I, para rider sudah disapa dengan pemandangan indah yang menghias di sepanjang rute Larantuka – Maumere. Dari sisi wisata, Larantuka bukanlah nama yang asing. Upacara doa saat Jumat Agung dan Paskah dalam Semana Santa di Larantuka selalu menjadi sorotan publik setiap tahunnya. Beda lagi dengan Maumere. Selain mempunyai pantai-pantai dengan pasir putihnya, Maumere menjadi destinasi wisata penyuka tenun dengan desa tenun Sikka-nya
.
Setelah itu, ada Maumere – Ende yang dijelajahi pada etape II. Di Ende, peserta dibuat takjub dengan Danau tiga warna yang sudah mendunia. Belum lagi jejak-jejak pengasingan Soekarno di Ende serta pesona kampung-kampung adat, di antaranya Wologai dan Ngela.

Etape ketiga, Sabtu (21/5), peserta finis di area penghasil kopi paling top di Flores, Bajawa. Di sini, para peserta langsung dijamu dengan kenikmatan kopi Bajawa.

Di etape IV, Minggu (22/5) rute Bajawa – Ruteng juga dijelajahi dengan suasana fun. Ada panorama sawah dengan susunan mirip sarang laba-laba berukuran raksasa yang menyapa di etape ini.

Dan di etape V yang dimulai pagi ini, peserta akan menjelajah Ruteng – Labuan Bajo sejauh 121,5 kilometer. Nah, di titik finis inilah akan dihelat gala dinner dan pesta rakyat Flores, atraksi budaya Manggarai Barat, festival kopi, dan atraksi budaya kopi Flores, festival pocak latung, festival songket Manggarai, serta pesta kembang api. “Coba cari, dimana lagi even balap sepeda berskala internasional, masuk kalender UCI, berskala 2.2, hadiahnya besar, dan bisa menyajikan banyak kesenangan seperti itu? Finishnya saja di Labuan Bajo, salah satu destinasi prioritas pariwisata Indonesia. Yang tak ikut Tour de Flores pasti rugi,” ungkap Okto.

Manpar Arief Yahya mengapresiasi pelaksanaan Tour de Flores 2016. “Sukses buat pelaksanaan Tour de Flores. Sukses juga menjadi trending topic dunia di media sosial. Flores menjadi bahan perbincangan dunia, melalui sepeda dari Larantuka ke Labuan Bajo melintasi 8 kabupaten,” kata Arief Yahya.

Flores memiliki banyak destinasi wisata, dan lengkap. Ada wisata bahari, Labuan Bajo, Pulau Komodo, Pulau Rinca dan sebagainya. Ada wisata gunung, geopark, seperti Danau Kelimutu. Ada wisata sejarah dengan Ende, tempat Presiden Soekarno pernah diasingkan di sana. “Inilah yang disebut sport tourism, aktivitas olahraga yang sekaligus promosi destinasi pariwisata,” paparnya.

Tahun depan, lanjut Menpar, tour ini akan dilanjutkan lagi dengan persiapan yang lebih baik. Gubernur NTT Frans Lebu Raya sangat antusias dengan balap sepeda internasional ini. “Tahun depan masih menggunakan jalur yang sama, dua tahun lagi baru melewati jalur utara, tepi pantai,” ungkap Gubernur Frans, yang secara meyakinkan mencanangkan provinsi NTT sebagai provinsi pariwisata.

Comments

comments

Total
0
Shares
Share 0
Tweet 0
Pin it 0
Related Topics
  • labuan bajo
  • Larantuka
  • NTT
  • TdF
  • Tour de Flores
Reza Antares P

Journalist yang seneng naik gunung, jalan-jalan kepantai, maen bola, basket kadang-kadang, demen ngedukung Persib Bandung sama bangga sebagai Milanista. Hidup Aing, Kumaha Aing!

Previous Article
  • ARTIKEL
  • BERITA PARIWISATA

Pariwisata Sumbar Kian Terbantu Dengan Bandara Anyar di Minangkabau

  • Mei 23, 2016
  • Reza Antares P
View Post
Next Article
  • ARTIKEL
  • BERITA PARIWISATA

Festival Sabang Fair 2016 Menghentak Aceh

  • Mei 23, 2016
  • Reza Antares P
View Post
You May Also Like
View Post
  • ARTIKEL

Presiden Joko Widodo Sahkan Perpres untuk Akselerasi Industri Gim Nasional

  • Dede Suhadi
  • Februari 20, 2024
View Post
  • ACARA
  • ARTIKEL
  • DESTINASI WISATA

Menparekraf Imbau Dispar Daerah Bersiap Antisipasi Lonjakan Wisatawan Saat Libur Lebaran

  • Dede Suhadi
  • April 18, 2023
View Post
  • ACARA

Mal Ciputra Jakarta Buka Puasa Bareng Anak Panti Asuhan

  • Ronalds
  • Maret 31, 2023
Mal Ciputra Jakarta
View Post
  • ACARA

Mal Ciputra Jakarta Siapkan Rangkaian Acara Natal Bertajuk It’s Christmas Time’

  • Ronalds
  • Desember 13, 2022
Kampoeng Legenda
View Post
  • ACARA

Kampoeng Legenda Hadirkan 60 Kuliner Khas Indonesia Langsung dari Kota Asalnya

  • Ronalds
  • Oktober 27, 2022
View Post
  • ACARA

Gledex Logistik Raih Penghargaan IPBE Awards 2022

  • Reza Antares P
  • September 10, 2022
Sabtu Ceria Fikom UMB 2001
View Post
  • ACARA
  • AGENDA
  • SPONSORED ARTICLE

Sabtu Ceria : Pererat Silaturahmi Alumni FIKOM UMB 2001

  • Dede Suhadi
  • September 2, 2022
Kawan Lama Group
View Post
  • ACARA

Harpelnas 2022 : Manajemen Kawan Lama Group Terjun Langsung Sapa Pelanggan

  • Ronalds
  • September 2, 2022

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERLANGGANAN

Masukkan e-mail Anda untuk berlangganan konten kami

INDONESIAMAGZ
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
© Copyright 2013 - 2022 | INDONESIAMAGZ.com | Hak Cipta Dilindungi

Input your search keywords and press Enter.