INDONESIAMAGZ
  • ARTIKEL
    • BERITA PARIWISATA
    • DESTINASI WISATA
    • PANDUAN WISATA
    • KULINER
    • AGENDA
  • ID PEOPLE
  • VIDEO
    • JALAN JAJAN
    • VIDEO KEMENPAR
    • VIDEO PENDEK
  • ID STORIES
Instagram
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Subscribe
INDONESIAMAGZ
INDONESIAMAGZ
  • ARTIKEL
    • BERITA PARIWISATA
    • DESTINASI WISATA
    • PANDUAN WISATA
    • KULINER
    • AGENDA
  • ID PEOPLE
  • VIDEO
    • JALAN JAJAN
    • VIDEO KEMENPAR
    • VIDEO PENDEK
  • ID STORIES
  • ARTIKEL
  • DESTINASI WISATA

Kumandang Adzan di Destinasi Halal Terbaik Dunia

  • Februari 17, 2016
  • Reza Antares P
Telah Dibaca : 743

INDONESIAMAGZ.com – Buih ombak putih ditambah sunset yang terbenam serta kumandang suara adzan menjadi pertanda pergantian siang menuju malam. Senyum ramah Masyarakat Sasak, etnis asli yang mendiami Pulau Lombok sebagian besar memeluk agama Islam. Sebelumnya penduduk setempat menganut kepercayaan Sasak Boda, yakni kepercayan animisme dan panteisme dimana pemujaan dilakukan terhadap roh-roh leluhur dan dewa-dewa lokal. Kemudian Islam dibawa masuk oleh para pendatang Makassar dan Jawa pada abad ke-16.

Saat itu, Lombok terpecah menjadi tiga golongan berdasarkan kepercayaan yang dianut, yakni Sasak Boda, Islam lima waktu, dan Islam yang dibawa oleh Sunan Perapen yang kemudian ajarannya dikenali dengan sebutanWetu Telu. Hingga saat ini, golongan Islam Wetu Telu masih bertahan. Ini adalah kepercayaan orang Sasak yang menganut agama Islam tapi masih mempraktikan ritual-ritual agama Hindu, Buddha dan animisme.

Penyebaran Wetu Telu sekira 1 persen di seluruh wilayah Lombok, diantaranya terdapat di beberapa desa di Kecamatan Bayan, Lombok Utara seperti Loloan, Anyar, Akar-Akar, dan Mumbul Sari serta dusun-dusunnya memusat di Senaru, Barung Birak, Jeruk Manis, DasanTutul, Nangka Rempek, Semokan dan Lendang Jeliti.

Istilah Wetu Telu juga sering dikaitkan dengan makna waktu tiga, artinya, dalam hidup ini terdapat tiga waktu kemunculan yaitu melahirkan (manganak), bertelur (menteluk) dan berbiji (mentiuk). Tiga sistem reproduksi tersebut digambarkan di dalam Masjid Kuno Bayan melalui sebuah patung kayu atau disebut Paksi Bayan. Budaya Wetu Telu mempengaruhi masyarakat Bayan dalam bertindak. Hidup pada dasarnya memiliki siklus kelahiran, beranak pinak dan kematian. Mereka percaya bahwa saat memasuki status yang lebih tinggi, haruslah dilaksanakan ritual tertentu yang dapat menghindari mereka dari gangguan-gangguan hidup.

Penganut Wetu Telu sangat menjaga warisan leluhur seperti rumah, tanah maupun benda pusaka lain. Karena menurut kepercayaan akan ada bencana jika tidak menjaganya. Mereka pun masih mendokumentasikan garis silsilah keluarga pada lembaran lontar dengan huruf Jawa Kuno yang hanya boleh dibaca oleh tokoh adat dan dibacakan pada saat-saat tertentu.

Dalam melaksanakan Hari Raya Idul Fitri, masyarakat Bayan pun memiliki prosesi tersendiri. Mereka menggelar upacara Lebaran Tinggi diikuti shalat Ied yang hanya boleh diikuti kiai saja. Akan tetapi, bukan berarti masyarakat awam tidak terlibat di sini, mereka mendukung terselenggaranya Lebaran Tinggi dengan membuat ancak sebagai persiapan ritual, membuat makanan dan sebagainya. Dengan kata lain, Lebaran Tinggi tidak akan berlangsung lancar tanpa peran dari masyarakat awam.

Tradisi lain adalah upacara dalam kegiatan bertani mengingat mayoritas masyarakat Bayan hidup dengan mata pencaharian bertani. Ada ritual siklus bonga padi yang dilaksanakan secara besar-besaran, ngaji makam turun bibit saat bercocok tanam, juga ngaturang ulak kaya saat panen.

Comments

comments

Total
0
Shares
Share 0
Tweet 0
Pin it 0
Reza Antares P

Journalist yang seneng naik gunung, jalan-jalan kepantai, maen bola, basket kadang-kadang, demen ngedukung Persib Bandung sama bangga sebagai Milanista. Hidup Aing, Kumaha Aing!

Previous Article
  • ARTIKEL
  • BUDAYA
  • DESTINASI WISATA
  • INFO WISATA

Ssst, Konon Tempat Ini Bisa Langgengkan Asmara

  • Februari 17, 2016
  • Dede Suhadi
View Post
Next Article
  • ARTIKEL
  • PANDUAN WISATA
  • TIPS WISATA

Tips Menjaga Makan Sehat Selama Liburan

  • Februari 18, 2016
  • Reza Antares P
View Post
You May Also Like
View Post
  • AGENDA
  • BERITA PARIWISATA
  • DESTINASI WISATA

Ayo Bersiap, Komodo Travel Mart Kembali Digelar Juni 2024

  • Dede Suhadi
  • Mei 3, 2024
View Post
  • ARTIKEL

Presiden Joko Widodo Sahkan Perpres untuk Akselerasi Industri Gim Nasional

  • Dede Suhadi
  • Februari 20, 2024
Goa Tapak Raja
View Post
  • DESTINASI WISATA

Menelusuri Jejak Sang Raja di Goa Tapak Raja

  • Dede Suhadi
  • Oktober 4, 2023
Desa Wisata Cikolelet
View Post
  • DESTINASI WISATA

Desa Wisata Cikolelet Kian Menarik Disambangi

  • Dede Suhadi
  • Agustus 20, 2023
View Post
  • ACARA
  • ARTIKEL
  • DESTINASI WISATA

Menparekraf Imbau Dispar Daerah Bersiap Antisipasi Lonjakan Wisatawan Saat Libur Lebaran

  • Dede Suhadi
  • April 18, 2023
Wisman Tiongkok
View Post
  • BERITA PARIWISATA
  • DESTINASI WISATA

Wisman Tiongkok ke Bali Meningkat Bangkitkan Pariwisata Nusantara

  • Dede Suhadi
  • Januari 25, 2023
Desa Wisata Hanjeli
View Post
  • DESTINASI WISATA

Desa Wisata Hanjeli Pesona Eduwisata di Geopark Ciletuh.

  • Dede Suhadi
  • September 25, 2022
Pariwisata Kalimantan Selatan Semakin Menarik Tahun 2022
View Post
  • ARTIKEL
  • BERITA PARIWISATA

Pariwisata Kalimantan Selatan Semakin Menarik Tahun 2022

  • nasrullah
  • Februari 7, 2022

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERLANGGANAN

Masukkan e-mail Anda untuk berlangganan konten kami

INDONESIAMAGZ
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
© Copyright 2013 - 2022 | INDONESIAMAGZ.com | Hak Cipta Dilindungi

Input your search keywords and press Enter.