Indonesiamagz – Memasuki era kenormalan baru, sejumlah destinasi wisata di nusantara sudah mulai dibuka untuk umum. Seperti halnya di Cirebon, Jawa Barat, kota yang memiliki julukan kota udang tersebut sudah mengoperasikan beberapa destinasi wisata dengan menerapkan protokol kesehatan.
Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon, Wandi Sofyan menegaskan bahwa Kota Cirebon sangat memperhatikan protokol kesehatan di berbagai destinasi wisata.
“Kami terapkan protokol kesehatan di setiap destinasi wisata Kota Cirebon. Ada program ‘3M’ yang terdiri dari Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan. Seluruh langkah protokol ini dilakukan karena potensi wisatawan berasal dari kawasan zona merah,” katanya.
Penerapan protokol kesehatan dalam adaptasi kebiasaan baru ini terlihat di sejumlah destinasi wisata. Seperti yang terpantau di destinasi Keraton Kesepuhan Cirebon. Di sini, wisatawan yang ingin masuk wajib menggunakan masker dan dicek terlebih dahulu suhu tubuhnya.
Di beberapa area Keraton Kesepuhan Cirebon juga sudah disediakan tempat cuci tangan. Serta yang tak kalah pentingnya penerapan social distancing bagi para wisatawan untuk meminimalisir penularan virus covid-19. Sehingga dengan adanya protokol kesehatan ini wisatawan dapat merasa nyaman dan aman ketika mengunjungi destinasi wisata di Cirebon.
Hal senanda ditegaskan oleh anggota DPC HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Jawa Barat, Regina Siska bahwa wisatawan tidak perlu takut untuk berkunjung ke Cirebon. Menurutnya Kota Cirebon sudah memiliki strategi agar para wisatawan dapat berpelesiran dengan aman dan nyaman.
“Kami memiliki program city tour yang beberapa waktu lalu telah sukses kami lakukan simulasi. Jadi dalam city tour tersebut wisatawan dapat mengetahui destinasi mana saja yang bias dikunjungi dengan menggunakan bantuan aplikasi bernama Wistakon yang dapat diunduh di Google Play,” jelasnya.
Melalui aplikasi tersebut wisatawan dapat dengan mudah mencari informasi tentang penginapan, tempat belanja, kuliner, dan wisata saat berkunjung ke Cirebon. Sehingga diharapkan dengan bantuan aplikasi tersebut wisatawan bisa mencari informasi terlebih dahulu ketika ingin mengunjungi Cirebon tanpa perlu khawatir dengan kondisi pandemi.

