INDONESIAMAGZ – Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan dan Yayasan Harapan Kita, menapak usia baru. Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan (YDGRK) memulai langkah 33 tahun, sementara yayasan Harapan Kita (YHK) menapaki masa-masa usia 51 tahun.
Dua yayasan sosial tersebut menjadi penanda dan jejak pengabdian Almarhumah Ibu Tien Soeharto kepada masyarakat Indonesia.
Melalui Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan ini, putra-putri Presiden Soeharto dididik Ayahanda dan Ibunda sebagai ujung tombak pengantar Sila ke-5 Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab.
Kiprah yayasan pun berskala internasional dengan pemberian santunan untuk korban musibah di Saudi Arabia, korban perang Teluk Persia, dan lainnya. Ibu Tien Soeharto sendiri seringkali mengantarkan langsung kebutuhan mendasar perkotaan di daerah seperti gerobak sampah dan merehabilitasi banyak perkampungan kumuh.
Yayasan juga mengadakan berbagai pelatihan dan simulasi bencana untuk para relawan, mengukuhkan keberadaan mereka, kemudian menyerahkannya kepada pemerintah daerah setempat untuk bertugas di lokasi-lokasi bencana.
Sementara menurut Sekretaris Jenderal Yayasan Harapan Kita (YHK) Tb. Mohammad Sulaeman, pendirian YHK didirikan Almarhumah Ibu Hj. Siti Hartinah Soeharto dibuat dengan tujuan luhur meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia dalam arti seluas-luasnya.
Dengan mendirikan Taman Mini Indonesia Indah, Ibu Tien menyatukan beragam budaya Nusantara, dilengkapi pengenalan flora, fauna, kuliner dan adatistiadat luhur bangsa kita, ke dalam Indonesia kecil yang dibangun secara lengkap dan modern.
Keberpihakannya pada teknologi disalurkan melalui Museum Iptek, Museum Listrik dan lainnya, agar sejak dini anak-anak Indonesia dapat meningkatkan pengetahuan dalam suasana wisata yang menyenangkan.
Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita merupakan bukti perlawanan Ibu Negara Tien Soeharto terhadap tingginya angka kematian bayi dan ibu yang melahirkan di masa itu. Beliau ingin rumah sakit ini berperan besar membantu tumbuh kembang anak-anak hebat harapan bangsa dan menjadi pionir penggunaan teknologi kedokteran terbaru.
RS Jantung Harapan Kita menjadi medan pertempuran berikut Ibu Negara Tien Soeharto bersama Yayasan Harapan Kita. Dalam pengasuhan tangan dinginnya, rumah sakit ini menjadi yang pertama melakukan bedah jantung terbuka di Indonesia dan operasi jantung berteknologi tinggi lainnya.
Kini Yayasan Harapan Kita berlayar di bawah komando seorang nakhoda yang tidak kalah pintar, tegar, dan kaya visi. Ibu Siti Hardiyanti Rukmana telah mengukir sejarahpanjang pengabdian sosial masyarakat di dalam dan luar negeri.