INDONESIAMAGZ
  • ARTIKEL
    • BERITA PARIWISATA
    • DESTINASI WISATA
    • PANDUAN WISATA
    • KULINER
    • AGENDA
  • ID PEOPLE
  • VIDEO
    • JALAN JAJAN
    • VIDEO KEMENPAR
    • VIDEO PENDEK
  • ID STORIES
Instagram
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Subscribe
INDONESIAMAGZ
INDONESIAMAGZ
  • ARTIKEL
    • BERITA PARIWISATA
    • DESTINASI WISATA
    • PANDUAN WISATA
    • KULINER
    • AGENDA
  • ID PEOPLE
  • VIDEO
    • JALAN JAJAN
    • VIDEO KEMENPAR
    • VIDEO PENDEK
  • ID STORIES
  • ARTIKEL
  • BUDAYA
  • SENI

Sejarah Tato Tertua ada di Mentawai

  • Februari 19, 2016
  • Achmad Muhaimin
Telah Dibaca : 892

INDONESIAMAGZ.com –  Indonesia merupakan Negara kaya akan budaya dan keberagaman suku bangsa yang unik. Suku Mentawai di Kepulauan Mentawai dan Suku Dayak di pedalaman Kalimantan keduanya mempunyai kesamaan dalam hal mengenal budaya tato atau rajah. Sungguh unik!

Tato yang menghiasi tubuh mereka tentunya memiliki bentuk yang unik, bukan seperti tato yang biasa kita jumpai sekarang. Motif tato ini disesuaikan dengan status sosial atau profesi orang tersebut. Ada tato penjaga hutan, pemburu, kepala suku, dan lain-lain. Salah satu fungsi dari tato di Mentawai adalah menunjukkan identitas diri dan perbedaan status sosial seseorang. Seorang dukun sikerei akan berbeda rajahnya dengan tato ahli berburu. Ahli berburu dikenal melalui gambar binatang tangkapannya, seperti babi, rusa, kera, burung, atau buaya.

Proses pembuatan tato suku mentawai masih sangat tradisional dan unik dengan Jarum yang  terbuat dari tulang hewan atau kayu karai yang diruncingkan lalu  akan dicelupkan ke pewarna terbuat dari sari tebu dicampur arang yang menempel di kuali. Setelah itu, jarum akan diketok-ketokkan ke kulit, hingga pewarna masuk ke dalam kulit dan terbentuk garis-garis yang merupakan motif utama tato suku Mentawai. Terbayangkan i’dPeople sakitnya seperti apa.

Biasanya pembuatan tato dimulai dari telapak tangan, tangan, kaki lalu tubuh. Selama beberapa hari, kulit yang baru ditato akan bengkak dan mengeluarkan darah. Membayangkan saja para traveler sudah ngeri, apalagi yang melakukan Proses pembuatan tato suku Mentawai pun tidak boleh sembarangan, harus mengikuti sejumlah prosedur adat. Sebelum sipatiti mulai membuat tato, ada ritual upacara yang dipimpin oleh sikerei (tetua adat). Biasanya membutuhkan waktu persiapan berbulan-bulan.

Tuan rumah lalu mengadakan pesta dengan menyembelih babi dan ayam. Tidak semua orang sanggup menjalani prosesi ini karena biaya yang disiapkan untuk upacara membuat tato ini terbilang cukup mahal sebab dapat menghabiskan jutaan rupiah. Suku Dayak juga demikian, ada prosesi khusus yang disebut Upacara Tiwah.

Upacara Tiwah merupakan upacara yang dilaksanakan untuk pengantaran tulang orang yang sudah meninggal ke Sandung yang sudah di buat. Sandung adalah tempat semacam rumah kecil yang memang dibuat khusus untuk mereka yang sudah meninggal dunia. Prosesi ini akan diiringi acara-acara ritual, tarian, suara gong maupun hiburan lain.

Namun seiring berjalannya waktu dan pergeseran adat, tidak semua suku mentawai memiliki tato. Bahkan tato mentawai dan keunikan motif serta cara pembuatannya lebih banyak dikenal di luar kepulauan mentawai sendiri. Para pencinta seni tato rela merogoh kocek  yang tidak sedikit untuk dapat langsung merasakan dan memiliki tato dengan motif unik serta dibuat oleh suku mentawai itu sendiri. So, apakah i’dPeople tertarik untuk membuat tato dengan nilai budaya dan cerita yang unik?

Comments

comments

Total
0
Shares
Share 0
Tweet 0
Pin it 0
Related Topics
  • kalimantan
  • mentawai
  • rajah tato
  • tato
  • tato mentawai
Achmad Muhaimin

Muslim | Nikon | Roll n Slow

Previous Article
  • ARTIKEL

Begini Cara ‘Memancing” Paus di Desa Lamalera

  • Februari 19, 2016
  • Reza Antares P
View Post
Next Article
  • ARTIKEL
  • DESTINASI WISATA

Ke Bandung, Jangan Lupa Sambangi Destinasi Sumber Sejarah di Stasiun Hall

  • Februari 19, 2016
  • Reza Antares P
View Post
You May Also Like
View Post
  • ARTIKEL

Presiden Joko Widodo Sahkan Perpres untuk Akselerasi Industri Gim Nasional

  • Dede Suhadi
  • Februari 20, 2024
View Post
  • ACARA
  • ARTIKEL
  • DESTINASI WISATA

Menparekraf Imbau Dispar Daerah Bersiap Antisipasi Lonjakan Wisatawan Saat Libur Lebaran

  • Dede Suhadi
  • April 18, 2023
Pariwisata Kalimantan Selatan Semakin Menarik Tahun 2022
View Post
  • ARTIKEL
  • BERITA PARIWISATA

Pariwisata Kalimantan Selatan Semakin Menarik Tahun 2022

  • nasrullah
  • Februari 7, 2022
View Post
  • BUDAYA
  • DESTINASI WISATA

Desa Ini Jadi Ikon Pariwisata di Garut

  • Dede Suhadi
  • Oktober 30, 2021
View Post
  • ARTIKEL
  • SPONSORED ARTICLE

Yuk Baca Buku Perdana Billyani Tania

  • Dede Suhadi
  • Juni 14, 2021
View Post
  • ARTIKEL

Dukung Indonesia Bebas Covid-19 Central Park Neo Soho Agung Podomoro Jadi Sentra Vaksin Covid-19

  • Ronalds
  • Juni 11, 2021
View Post
  • ARTIKEL

Mal Ciputra Jakarta Menjadi Sentra Vaksinasi COVID-19

  • Ronalds
  • Mei 28, 2021
View Post
  • ARTIKEL
  • BERITA PARIWISATA

Libur Lebaran, Menparekraf Imbau Masyarakat Tetap Terapkan Prokes 3M

  • Dede Suhadi
  • Mei 12, 2021

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERLANGGANAN

Masukkan e-mail Anda untuk berlangganan konten kami

INDONESIAMAGZ
  • Tentang Kami
  • Iklan & Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
© Copyright 2013 - 2022 | INDONESIAMAGZ.com | Hak Cipta Dilindungi

Input your search keywords and press Enter.