Indonesiamagz – Pandemi Covid-19 yang belum jelas kapan berakhirnya membuat mayoritas orang jenuh terhadap rutinitas yang dijalani saat ini. Hasrat untuk berlibur pun harus dipendam dalam-dalam karena terbentur peraturan atau protokol kesehatan yang membuat niat berwisata menjadi tertunda.
Namun Idpeople tak perlu berkecil hati, sebab saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) ingin mengajak masyarakat yang rindu berpelesiran untuk memanfaatkan teknologi dengan cara Tur Virtual Interaktif.
Dengan adanya tur virtual interaktif ini diharapkan dapat memberikan pilihan hiburan lain kepada masyarakat yang mulai jenuh di tengah pandemi. Pengembangan kegiatan tur virtual interaktif ini merupakan peluang yang sangat besar bagi para pelaku pariwisata khususnya pramuwisata untuk tetap berkreasi dan berinovasi di tengah pandemi.
“Konsep interaktif diangkat agar tidak menghilangkan sensasi dan pengalaman yang didapat wisatawan ketika berwisata secara langsung. Walau tur diikuti melalui aplikasi konferensi video, namun peserta dapat berinteraksi dengan pramuwisata yang akan memandu langsung dari obyek wisata,” kata Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf / Baparekraf, Muhammad Neil El Himam saat berbicara dalam kegiatan daring bertajuk “Transformasi Digital: Tur Virtual Interaktif” yang digelar pada 22 – 23 Agustus 2020 di Hotel Grand Mercure Jakarta.

Dalam acara ini Kemenparekraf mengajak masyarakat mengenal lebih jauh dan menikmati tur virtual interaktif. Sedangkan di hari kedua, kegiatan difokuskan dalam mendorong pramuwisata Indonesia untuk berinovasi memproduksi konten tur virtual interaktif.
Salah satu pembicara dalam kegiatan tersebut yaitu Reza Permadi yang merupakan COO & Co-founder Atuorin mengatakan bahwa tur virtual sama menyenangkannya dengan berwisata langsung. Sebab para wisatawan digital akan diajak mengunjungi sejumlah destinasi yang telah dipilih dengan bantuan narasi oleh pramuwisata atau tour guide tentang keindahan, keunikan maupun sejarah dan budaya destinasi tersebut.
“Meskipun berwisata secara virtual tetapi sensasi yang didapatkan oleh wisatawan tidak akan jauh berbeda, terlebih lagi ada interaktif dua arah antara wisatawan dan pramuwisata. Sehingga wisatawan bisa bertanya tentang destinasi tersebut bahkan bisa membeli oleh-oleh secara langsung,” ujar Reza.
Menurut Reza segala jenis aktivitas pariwisata bisa dibuatkan tur virtual, baik itu wisata bahari, wisata alam maupun wisata kuliner. Lebih asyiknya lagi, wisatawan tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk mengikuti tur virtual ini. Sebab harga yang dibanderol untuk kegiatan tur virtual ini berkisar antara Rp 35 ribu hingga 50 ribu saja.
Umumnya durasi untuk satu kali sesi tur virtual akan berlangsung selama dua jam. Wisatawan akan disuguhkan video panorama yang memukau dan memesona. Idpeople pasti akan terkesima dengan pemandangan yang ditampilkan di layar gawai nantinya.
“Jadi tur virtual ini berisi informasi dari destinasi yang dipilih oleh wisatawan. Mulai dari transportasi, akomodasi hingga spot yang bisa dikunjungi. Biasanya kita mulai dari bandara lalu dilanjutkan ke destinasi tersebut. Tur virtual ini juga bisa dijadikan preview atau referensi jika nanti akan mengunjungi destinasi tersebut secara langsung ketika keadaan sudah normal,” tambah Reza.